Nasional

Terpental Hingga 15 Meter, Kesaksian Anggota Polisi Yang Selamat Dari Bom Natal Di Mojokerto

×

Terpental Hingga 15 Meter, Kesaksian Anggota Polisi Yang Selamat Dari Bom Natal Di Mojokerto

Sebarkan artikel ini
Dengan rasa penuh trauma Aiptu Agus menunjukkan seragam dinas yang dipakai saat pengamanan gereja yang diteror Bom di Mojokerto

Mojokerto,Sekilasmedia.com-Tentunya masih ingat dengan teror Bom yang meledak di depan Gereja Eben Haezer di- Mojokerto, saat itu terjadi dimalam natal , tepatnya pada 24 Desember 2000 silam, ada yang dijuluki sang penyelamat jamaat Gereja dan warga disekitarnya , selain anggota Banser ternyata juga ada anggota dari Kepolisian.

Sambil matanya berkaca-kaca bercerita soal kejadian Bom natal pada 19 tahun silam, Aiptu Agus Tugas prayotno handoko yang saat ini masih aktif di Polres Mojokerto menyampaikan, kejadian yang pernah dialami saat bertugas pengamanan digereja Eben Haezer Jalan Kartini No 4, Kota Mojokerto. saat di datangi Sekilasmedia.com dikediaman nya Kelurahan Pulorejo-Prajurit Kulon -Kota Mojokerto, Jumat (13/12/2019).

Aiptu Agus Tugas prayitno handoko saat itu masih berpangkat Serma dan bertugas di Polsek Prajurit Kulon di bagian Bataud (Bintara tata urusan dalam ), saat itu kebetulan mendapatkan tugas pengamanan digereja Eben Haezer,dibantu oleh 5 Banser yaitu Subandi, wulyadi, amir, suhardi, Riyanto dan juga Ketua Banser Kota Mojokerto Bambang purwanto.

BACA JUGA :  Create Every Bet Count With Slot Paradise Casino Benefits

Saat pengamanan berlangsung tiba-tiba Saudara Riyanto membawa bungkusan tas kresek dan dilaporkan kepada saya, “Pak ini ada benda sepertinya milik PLN yang ketinggalan, Agus menirukan kata Riyanto. Saat itu dikiranya benda milik PLN sebab banyak rangkaian kabel dan saya pun juga belum mengenal rangkaian Bom,” ungkapnya.

,” Setela saya amati benda tersebut mencurigakan, ada beberapa rangkaian kabel, ada serbuk mercon, ada banyak paku yang masih kelihatan baru, dan yang lebih mencurigakan bahwa Bom rangkaian tersebut ada suara detak jam.

Sontak saja saat itu saya bertetiak sekeras kerasnya memberikan Komando ,” lari semua awas bom tiarap … tiarap…. tiarap Bom , lari semua, ayo tiarap …!!

Namun Saudara Riyanto tetap memegang benda tersebut lalu memasukkan dalam bak air yang ada di depan Gereja, saat itu juga Bom meledak, dan saya ikut terpental dari getaran Bom hingga 15 meter.

,” Meski saya terpental hingga 15 meter Alhamdullilah saya masih selamat, yang saya rasakan hanya tulang punggung saya nyeri akibat terpental dan jatuh dalam posisi duduk.

BACA JUGA :  Sekda Sumsel H. Edward Candra Hadir Dalam Konferensi Internasional Indonesia Dan Malaysia

Saat itu saya masih melihat ada Bom lain yang belum meledak, ada dibawah kolong becak tepatnya di depan gereja, dengan keadaan kesakitan dan baju dinas yang penuh dengan lumpur saya harus mengamankan lalu lintas di pertigaan jalan Kartini sebelah barat harus saya hentikan, jangan sampai ada pengguna jalan lewat jalan Kartini.

Lebih lanjut Aiptu Agus menceritakan pasca kejadian tersebut, dia dirawat dirumah sakit Polda Jawa Timur selama lima bulan, dan harus menjalani perawatan tulang punggung yang sampai saat ini tetap dideritanya seumur hidup.

Agus menambahkan akibat Bom tersebut dia mengalami cacat seumur hidup selain pendengaran telinganya tak normal tulang punggungpun tak bisa sembuh total.

Agus mengaku dari kejadian ini, Ia sempat diberi hadiah Kapolda Jawa Timur saat itu, yakni berupa seperangkat alat Sholat dan uang sejumlah 50 juta, sedangkan dari pihak polres Kota Mojokerto maupun dari Pemkot Mojokerto belum pernah memberikan Hadiah sama sekali, ” pungkas Agus. (wo)