Daerah

Kepala Bapenda Kalteng Kaspinor, Target 2020 Harus Meningkat Lagi

×

Kepala Bapenda Kalteng Kaspinor, Target 2020 Harus Meningkat Lagi

Sebarkan artikel ini
Kepala Bapenda Kalteng Kaspinor, Target 2020 Harus Meningkat Lagi
foto Kepala Bapenda Kalteng Kaspinor,
Kepala Bapenda Kalteng Kaspinor, Target 2020 Harus Meningkat Lagi
foto Kepala Bapenda Kalteng Kaspinor,

Palangka Raya, Sekilasmedia.com – Kepala Badan Pendapatan (Bapenda) Provinsi Kalimantan Tengah Kaspinor menjelaskan, capaian pendapatan keuangan daerah pada tahun 2019 berhasil melampaui target yang telah ditetapkan atau mengalami surplus.

“Target yang ditetapkan pada tahun 2019 itu sebesar Rp4,926 triliun dan capaian Kalteng sebesar Rp4,964 triliun hingga 31 Desember 2019,” katanya di Palangka Raya, Kamis saat jumpa Pers dengan awak media online dan cetak di Ruang Pertemuan kantornya di Palangka Raya.

Secara persentase realisasi pendapatan tersebut mencapai 100,78 persen. Adapun rincian dari total pendapatan itu, diantaranya adalah pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp1,726 triliun lebih.
Dana Transfer dari pusat Perimbangan sebesar Rp3,178 triliun lebih, sedangkan pendapatan daerah yang sah sebesar Rp35 miliar lebih. Semua itu Kaspinor jabarkan kepada awak media, pada kegiatan press rilis di aula Bapenda Kalteng.

BACA JUGA :  Polsek Dlanggu Bagikan Bansos dari Korbinmas Polri, Ini Doa dan Ucapan Warga Mojokerto

“Capaian itu merupakan keberhasilan berkat kerja sama dan kerja keras dari seluruh lini, dalam upaya merealisasikan target yang telah ditetapkan,” ungkap Kaspinor

Lebih lanjut Kaspinor menambahkan, PAD Kalteng tahun 2019 lalu, diperoleh dari berbagai sektor, mulai dari retribusi daerah, pajak daerah, hingga hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, maupun pendapatan lainnya yang sah.

BACA JUGA :  Wawako Palembang Fitrianti Agustinda Meninjau Posko Mudik Di Jalan Merdeka Depan Pasar 26 Ilir Dam Simpang Lima DPRD Kota Palembang

Adapun pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan bersumber dari perusahaan daerah atau perusda, seperti Bank Kalteng, Jamkrida, serta Banama Tingang Makmur atau BTM. Dalam hal ini capaian dari Bank Kalteng cukup mendominasi.

Selanjutnya dana transfer atau perimbangan terdiri dari pendapatan transfer pemerintah pusat, berupa bagi hasil pajak, bagi hasil bukan pajak atau sumber daya alam, Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus.

“Juga pendapatan transfer pemerintah pusat lainnya, berupa dana penyesuaian serta bantuan keuangan,” ungkap Kaspinor yang sebelumnya juga bertugas sebagai Pelaksana Tugas Asisten III Setda Provinsi Kalteng . Hasil pertemuan jumper pers dengan Kepala Bapenda Provinsi Kalteng.(Hadiboy)