Daerah

Malang Jadi Tuan Rumah Forum Nasional ASDEKSI, Wali Kota Dorong Profesionalisme Sekretariat DPRD dan Penguatan Tata Kelola APBD

×

Malang Jadi Tuan Rumah Forum Nasional ASDEKSI, Wali Kota Dorong Profesionalisme Sekretariat DPRD dan Penguatan Tata Kelola APBD

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat saat membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Sekretariat DPRD Tingkat Nasional (foto Basuki)

Malang,Sekilasmedia.com– Kota Malang kembali dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan berskala nasional. Sebanyak 500 peserta dari sekitar 150 Sekretariat DPRD kabupaten dan kota se-Indonesia menghadiri kegiatan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Sekretariat DPRD Tingkat Nasional yang diselenggarakan Asosiasi Sekretaris DPRD Kabupaten/Kota Seluruh Indonesia (ASDEKSI) di Hotel Savana, Kota Malang, Jumat (24/7/2026).

Kegiatan yang mengangkat tema Fasilitasi Penyusunan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026 dan APBD Tahun Anggaran 2027 serta Penguatan Tata Kelola Pengadaan Barang/Jasa pada Sekretariat DPRD tersebut dibuka secara resmi oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, ditandai dengan pemukulan gong.

Dalam sambutannya, Wahyu Hidayat menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Malang sebagai lokasi penyelenggaraan forum nasional tersebut. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana peningkatan kapasitas aparatur, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Malang. Kehadiran ratusan peserta dari berbagai daerah tentu memberikan manfaat ekonomi melalui sektor perhotelan, kuliner, transportasi hingga pelaku UMKM,” ujarnya.

BACA JUGA :  Rp3 Miliar dari Festival Muharram, UMKM Minta Sewa Stand Lebih Ringan

Wahyu menjelaskan, penyelenggaraan forum nasional tersebut sejalan dengan program unggulan Pemerintah Kota Malang, yakni 1.000 Event, yang dirancang untuk menghadirkan berbagai kegiatan lokal, regional, maupun nasional guna meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan roda perekonomian.

Menurutnya, setiap kegiatan yang digelar di Kota Malang menciptakan multiplier effect bagi berbagai sektor usaha, khususnya industri perhotelan, restoran, serta sektor pariwisata yang sebelumnya sempat terdampak kebijakan efisiensi anggaran.

Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, Wali Kota juga menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas aparatur Sekretariat DPRD di tengah dinamika regulasi dan kebijakan pemerintahan yang terus berkembang.

Ia menyebut, Sekretariat DPRD memiliki posisi strategis karena berfungsi sebagai penghubung antara lembaga eksekutif dan legislatif. Oleh sebab itu, aparatur Sekretariat DPRD dituntut memiliki kompetensi, profesionalisme, serta kemampuan membangun komunikasi dan koordinasi yang efektif.

“Karakteristik Sekretariat DPRD berbeda dengan perangkat daerah lainnya karena menjadi jembatan antara kepala daerah dan DPRD. Untuk itu, kompetensi dan profesionalisme aparatur harus terus ditingkatkan agar mampu mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang efektif,” katanya.

BACA JUGA :  gubernur jawa timur soekarwo raih penghargaan nirwasita tantra 2018.

Wahyu menilai tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi pemerintah daerah saat ini, terutama dalam penyusunan APBD Perubahan 2026 dan APBD 2027 yang harus mampu menyesuaikan perkembangan regulasi, kebijakan fiskal nasional, serta dinamika politik di daerah.

Di sisi lain, ia juga menyoroti pentingnya penguatan tata kelola pengadaan barang dan jasa di lingkungan Sekretariat DPRD. Menurutnya, proses pengadaan harus dijalankan secara profesional, transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan agar mampu mendukung terciptanya tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas.

Menutup sambutannya, Wahyu mengajak seluruh peserta memanfaatkan forum ASDEKSI sebagai ruang berbagi pengalaman, memperkuat sinergi antardaerah, serta meningkatkan integritas aparatur dalam mendukung hubungan harmonis antara pemerintah daerah dan DPRD.

“Dengan semangat kolaborasi, profesionalisme, dan integritas, saya optimistis kita mampu mewujudkan tata kelola pemerintahan daerah yang semakin efektif, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.