Daerah

Harga Karet Terjun Payung, Para Petani Mengeluh

×

Harga Karet Terjun Payung, Para Petani Mengeluh

Sebarkan artikel ini

Barito Utara. Sekilasmedia.com – Petani karet di wilayah Barito Utara mengeluhkan anjloknya harga karet sejak beberapa bulan terakhir.

Harga karet saat ini jauh di bawah harga yang biasa dipatok pengepul. Kondisi ini membuat para petani kelabakan. Sebab, hasil sadapan karet merupakan satu-satunya penghasilan untuk memenuhi kehidupan sehari-hari.

Menurut Adan, warga asal Desa Hajak, Kecanatan Muara Teweh, harga karet sejak awal Tahun 2020 ini turun drastis dibanding pertengahan tahun lalu. Prosentase turun bahkan lebih dari seratus persen.

BACA JUGA :  Polda Jateng Siagakan Dua Alternatif Untuk Antisipasi Arus Balik Lebaran

“Untuk harga pasaran, saat ini nilai jual getah karet tahun 2020 sekitar Rp 5000 per/Kg, padahal harga sebelumnya tahun 2009 sebesar Rp 18.000 per/kg dan itu cukup lumayan bagi para petani karet,”ucap Adan.

“Kami hanya bisa pasrah dan berharap pemerintah dapat menaikan harga karet,” katanya.

Dikonfirmasi terpisah, seorang pengepul getah karet yang akrab dipanggil Oom menjelaskan, turunnya harga getah karet ini juga berdampak pada dirinya.

BACA JUGA :  Polres Probolinggo Kota Berikan Puluhan Hewan Kurban Melalui RPH

Dampak dari turunnya harga getah karet ini sangat terasa. Bila harga getah karet mahal banyak petani yang menjual getah karet nya, biasa terkumpul dari para petani sampai beberapa ton getah karet, tapi semenjak getah karet kembali anjlok paling banyak beberapa pikul saja. Turunnya penjualan getah karet ini akibat dari harga yang mulai anjlok ditambah kondisi kemarau sehingga getah tidak keluar,” ungkapnya. (hadi/joe)