
Probolinggo, Sekilasmedia.com – Ribun massa gabungan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) se-Probolinggo melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Pemkab Probolinggo, Jalan Panglima Sudirman No. 40, Senin (02/03.
Demo kali ini merupakan buntut atas pengusiran yang dilakukan anggota Inspektorat kepada LSM dan wartawan.
Dalam aksinya, mereka membawa keranda mayat dan batu nisan sebagai simbol matinya kebebasan pers dan LSM dalam tugasnya di lapangan.
Bupati LSM Lira Samsudin, dalam orasinya meminta Bupati Probolinggo untuk keluar menemui para aksi yang hadir, menunggu jawaban secara langsung dari Bupati Probolinggo dari 2 opsi yang diajukan, yaitu opsi pertama kebebasan pers yang telah di atur di Undang Undang dan Keterbukaan publik untuk LSM sebagai kontrol, opsi kedua adalah bagaimana tanggung jawab Bupati Probolinggo tentang peringkat Termiskin se-Jawa timur.
Ditambahkan Bupati LSM Lira Bangkalan berorasi diatas mobil Pajero dengan nopol N 1 BE . Mengatakan “jika pemkab tidak segera memenuhi opsi yang kami ajukan maka LSM Lira se-Jatim akan mendatangi lagi pemerintahan kabupaten Probolinggo dengan masa yang lebih besar” ungkap Ibnu pemuda dari pulau garam.
Karena Bupati Probolinggo tak berkenan untuk keluar akhirnya perwakilan dari para aksi di perkenankan untuk masuk kekantor pemerintahan Kabupaten probolinggo.

Didalam kantor pemkab kericuhan kembali terjadi karena pihak Pemkab tidak bersedia untuk menemui para pendemo, dengan di beri waktu 5 menit oleh pihak Pemkab untuk menunggu, maka waktu tersebut di laksanakan tahlil dan sholawat bersama di dalam kantor pemkab.
Dari hasil audensi Bupati LSM Lira Samsudin mengatakan “atas tuntutan untuk oknum inspektorat yang mengusir wartawan dan LSM di kecamatan Kotaanyar Selasa (25/2) masih akan di ajukan ke Bupati Probolinggo, Kapolres Probolinggo AKBP Ferdy Irawab Saragi, SIK, MSi, siap untuk menyampaikan kepada Bupati Probolinggo.
“Kita menunggu kabar hasilnya atas 2 opsi penting yang kita ajukan tersebut, Keterbukaan informasi publik yang sangat tidak transparan dari pemerintah kabupaten Probolinggo, menjadi alasan yang sangat rasional jika kabupaten Probolinggo menjadi kabupaten termiskin No 4 di Jawa timur” Jelas Samsudin. (Sep/Rul)






