Daerah

Satu Warga Kademangan Kota Probolinggo Dinyatakan PDP

×

Satu Warga Kademangan Kota Probolinggo Dinyatakan PDP

Sebarkan artikel ini

Probolinggo, Sekilasmedia.com – Setelah satu Pasien Dalam Perawatan (PDP) dinyatakan negatif COVID 19, sehat dan sudah dipulangkan, Senin (30/03) Tim Satgas Penanggulangan Bencana Non Alam dan Percepatan Penanganan COVID 19 Kota Probolinggo menyatakan ada satu warga lagi berstatus PDP. “Untuk jumlah pasien penderita yang kami curigai PDP ada 2, yang ODP (Orang Dalam Pengawasan) 112,” jelas Jubir Tim Satgas, dr Abraar HS Kuddah.

Satu PDP berjenis kelamin laki-laki itu berusia sekitar 24 tahun, tinggal di Kelurahan/Kecamatan Kademangan. Pasien ini diketahui pernah perjalanan ke daerah zona merah dan memiliki gejala.

“Kami terus menyampaikan ke masyarakat untuk disiplin. Melindungi diri dengan tidak banyak aktifitas di luar karena Kota Probolinggo dikepung oleh zona merah,” tegas dr Abraar saat rilis didampingi Sekda dr Ninik Ira Wibawati, Plt Dinkes dr NH Hidayati, Kalaksa BPBD Sugito Prasetyo, Kepala Bappeda Litbang Rey Suwigtyo, Kepala Satpol PP Agus Efendi, Kepala Diskominfo Aman Suryaman dan Kabag Ops Polres Probolinggo Kota.

BACA JUGA :  Cegah Meluas, Serma Yani Dampingi Tim Nakes Lakukan Tracing Swab Warga Kontak Erat Covid 19

Saat ini kondisi di Jawa Timur semakin banyak zona merah. Sejumlah daerah tetangga seperti halnya Banyuwangi, Jember dan Lumajang pun didapati pasien positif COVID 19.

Antisipasi yang dilakukan oleh Kota Probolinggo, secara medis, RSUD dr Mohamad Saleh sudah menyiapkan alat bernama NAAT.

“Sensifitasnya hampir menyamai swab. NAAT ini sejenis PCR (Polymerase Chain Reaction), bermainnya di DNA. RSUD melakukan kombinasi antara alat ini dengan PCR sehingga ketepatannya lebih tinggi,” ujar dr Abraar yang juga menjabat sebagai Plt RSUD dr Mohamad Saleh ini.

Secara teknis, lanjut dr Abraar, RSUD akan melakukan kriteria siapa yang harus diperiksa dan mendapatkan tes tersebut. Jika tidak masuk ODP maka tidak dilakukan pemeriksaan karena alat ini jumlahnya tidak banyak.

“Kami akan membagi di beberapa kriteria, ODP atau PDP. Kalau masuk PDP maka dilakukan rawat di rumah sakit, di ruang isolasi. ODP kemungkinan akan disiapkan tempat yang mana khusus untuk masyarakat Kota Probolinggo,” imbuh jubir, saat video conference (vidcon) di ruang rapat Dinas Kominfo.

Kendati belum ada yang positif COVID 19 di Kota Probolinggo, dr Abraar menegaskan di Kota Malang semua pasien bisa sembuh. Ia menjelaskan, masyarakat harus memahami bahwa COVID 19 adalah virus yang menyebabkan sekunder infeksi. “Dengan adanya infeksi, selama bisa menangani infeksi dan tidak ada faktor yang lain mudah-mudahan bisa diatasi,” serunya.

BACA JUGA :  Menyambut Datangnya Bulan Suci Ramadhan 1445 H Polsek Tambora Gelar Kerja Bakti Masjid

Sementara itu, dr Ninik Ira Wibawati kembali menekankan kepada RT dan RW agar lebih memantau keberadaan warganya apabila ada yang datang dari wilayah zona merah COVID 19. “Laporan itu tolong disampaikan ke puskesmas agar petugas dari puskesmas segera melakukan langkah-langkah yang sesuai,” imbuhnya.

Dalam vidcon tersebut, dr Abraar memberikan closing statement,”Jaga kesehatan, bersihkan diri dan paling penting bagi anda masyarakat Kota Probolinggo cukup berjuang di rumah, biar kami yang jalan.

Kepala Dinas Kominfo Aman Suryaman menambahkan, rilis melalui vidcon semacam ini akan dilaksanakan untuk menyampaikan update dari data tim satgas. “Karena sesuai dengan protokol kesehatan, kita menghindari pertemuan dan kami mohon rekan-rekan dapat bergabung,” tutur Aman yang menjadi host dalam vidcon tersebut.(Rul/Sep)