
Probolinggo, Sekilasmedia.com –Menyambut lebaran, Pemerintah Kota Probolinggo menyampaikan sejumlah imbauan yang diharapkan dipatuhi oleh masyarakat. Salah satunya, wajib menerapkan protokol kesehatan.
Masyarakat diimbau menggunakan masker, menjaga kebersihan, mencuci tangan dengan sabun. Serta, hindari kerumuman untuk melindungi diri sendiri dan keluarga. Pemerintah dalam hal ini hanya bisa memberikan imbauan, selanjutnya komitmen masyarakat yang melaksanakannya.
“Kami tidak mempersulit, tetapi imbauan ini semata-mata bentuk pemerintah melindungi warganya. Pesan saya, yang mau melaksanakan shalat Idul Fitri silahkan, tapi tolong jaga kesehatannya, supaya tidak terpapar COVID 19,” kata Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin, melalui video conference pada Kamis (21/05) sore.
Masyarakat pun diminta membawa sajadah sendiri jika akan mengikuti shalat di masjid atau musala. “Diatur sendiri. Jangan sampai karena kecerobohan, justru membawa hal yang tidak diinginkan. Sebenarnya shalat Idul Fitri di rumah tidak masalah, tidak mengurangi keimanan dan ketakwaan sebagai umat Islam. Ibadah adalah kewajiban kita semua,” Sambung Habib Hadi.
Wali Kota Habib Hadi mempersilahkan yang mau melaksanakan shalat Idul Fitri di masjid. Namun, pada malam hari sebelum shalat diadakan, takmir harus membersihkan masjid terlebih dahulu.
Mulai dari menggulung karpet, membersihkan handle tempat wudhu dan sebagainya. Takmir bisa melaporkan ke kelurahan untuk dilaporkan penyemprotan disinfektan agar bisa menekan penyebaran COVID 19 karena rawan kerumunan masyarakat.
“Insyaallah semua sehat asal menjalankan imbauan pemerintah. Setelah shalat permohonan maaf tidak perlu berjabat tangan yang penting ucapkan dengan keikhlasan lahir batin. Tolong ini dijaga,” pesannya.
Wali kota mengungkapkan, umat Islam boleh shalat di rumah atau masjid. Tapi, apabila ada keluarga yang sudah lanjut usia, Habib Hadi minta agar lebih baik melaksanakan shalat di rumah tidak perlu ke tempat keramaian. “Karena situasi ini bukan seakan-akan virus tidak ada. Virus ini ada, jadi harus jaga diri dan lakukan yang terbaik,” tegasnya.
Habib Hadi menyadari, sudah beberapa lama masyarakat menjaga diri dengan menerapkan protokol kesehatan.
“Memang jenuh, tapi jangan lalai dengan protokol kesehatan karena disitulah tantangan yang sebenarnya. Saya tidak mau ada lonjakan pasien konfirm positif di Kota Probolinggo setelah Idul Fitri diakibatkan kelalaian melakukan protokol kesehatan,” tegas walikota
Selain memperbolehkan shalat Idul Fitri dengan sejumlah syarat, Pemkot Probolinggo melarang adanya takbir keliling. Takbiran cukup dilaksanakan di masjid dan musala saja.
“Tidak boleh ada kegiatan semacam itu. Di masjid dan musala lebih afdol dari pada keliling-keliling banyak mudharat dari pada mashlahatnya,” tegas wali kota.
Sementara itu, Wawali Mochammad Soufis Subri menegaskan Kota Probolinggo lebih mengutamakan kebersamaan dan kondusifitas. Sehingga, tidak perlu ada polemik yang dimunculkan. Intinya adalah bagaimana masyarakat bisa saling menghargai satu sama lain.
Ia menyampaikan, sesuai hasil vidcon dengan Kapolda Jawa Timur dan Pangdam Brawijaya beberapa waktu lalu, masjid dan musala yang mengadakan shalat Idul Fitri akan mendapat pengawsan pihak terkait yakni TNI-Polri.
“Untuk itu, jangan marah jika nanti diingatkan oleh petugas. Saling menghormati dan saling menerima masukan. Intinya, wajib menggunakan masker, jarak itu pasti dan suhu tubuh di atas 37-38 bisa dilokalisir, sebaiknya tidak ikut shalat atau dipulangkan,” ujar wawali.
Kesempatan berkumpulnya banyak orang, menurut Subri memiliki risiko. Tetapi, yang dikedepankan dalam memutuskan kebijakan ini adalah ibadah dan kebersamaan. “Sonjo (silaturahmi ke rumah-rumah) secara virtual saja. Banyak cara lain, gunakan teknologi yang ada. Jaga lebaran tahun ini agar bisa berlebaran lagi tahun depan,” terangnya. (Septyan)





