Jember, sekilasmedia.com– Pemerintah Kabupaten Jember mengawali rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia melalui Doa Cinta untuk Indonesia Raya.
Kegiatan tersebut mempertemukan Bupati Jember Muhammad Fawait bersama jajaran pemerintah daerah, Forkopimda, serta tokoh lintas agama di Kabupaten Jember.
Suasana kebersamaan terasa ketika para pemuka agama bergantian memanjatkan doa untuk Indonesia, persatuan masyarakat, dan keberlangsungan kehidupan berbangsa.
Doa dipimpin KH Misbahul Khoiri Alis dari Islam, Pdt Kun Slamet dari Kristen, serta Romo Yoseph Utus, O. Carm dari Katolik.
Perwakilan Hindu I Nengah Sukarya, Sutarno dari Buddha, dan Sunyoto selaku penghayat kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa turut memanjatkan doa.
Gus Fawait menyebut kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat persaudaraan sekaligus menegaskan bahwa keberagaman merupakan kekuatan bagi Kabupaten Jember.
“Pemkab Jember beserta Forkopimda akan menjamin kepentingan masyarakat dan peribadatan,” kata Gus Fawait dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, kebersamaan lintas iman tidak cukup berhenti pada seremoni. Nilai tersebut perlu tumbuh menjadi budaya masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapannya, kegiatan ini menjadi budaya kebersamaan tanpa sekat demi keutuhan NKRI,” tegasnya.
Doa Cinta untuk Indonesia Raya juga menjadi ruang bersama untuk meneguhkan toleransi, kerukunan, dan persatuan masyarakat Jember yang beragam.
Romo Yoseph menilai kecintaan terhadap tanah air perlu terus dirawat melalui kebersamaan antarelemen masyarakat dan pemimpin.
“Kebersamaan ini menjadi modal utama bagi masyarakat dan pemimpin untuk bekerja sama membangun Indonesia menjadi lebih baik,” ujar Romo Yoseph.
Ketua Harian Forum Komunikasi Pondok Pesantren, Gus Misbah, mengatakan kecintaan terhadap negara memiliki hubungan erat dengan nilai keimanan.
“Bagi kami, rasa cinta pada negara merupakan bagian dari keimanan yang harus selalu ditanamkan dalam kehidupan bermasyarakat,” ungkap Gus Misbah.
Gus Fawait juga mengajak masyarakat menyampaikan kritik secara santun serta menjaga kewibawaan simbol negara sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.






