
Probolinggo, Sekilasmedia.com – Jubir Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto menyampaikan kesembuhan pasien positif corona ditentukan oleh daya tahan tubuh si pasien itu sendiri. jika daya tahan tubuh pasien sehat, maka hasilnya swabnya akan segera negatif.
“Sehat itu bisa dipengaruhi oleh makan yang bagus, istirahat cukup dan pikirannya bagus. Jika semua itu terpenuhi, maka dia selalu bahagia dan Insya Allah akan cepat. Apakah ada orang yang terkonfirmasi positif corona itu senang, pasti orangnya akan stress. Ini masalah tersendiri. Oleh karena itu biasanya butuh waktu untuk penyemangat,” ujar dr. Anang
Menurutnya, perlu untuk disampaikan kepada masyarakat bahwa kasus virus corona tidak seperti kasus-kasus sakit yang lainnya. Bayangannya dinyatakan positif, besok dikasih anti biotik seminggu sudah sembuh. Korona tidak seperti itu, korona pemeriksaannya melalui SWAB dan itu ada protokolnya.
“Contohnya seorang yang positif, dia dihari ke-14 baru dievaluasi. Swab pertama dievaluasi dan swab kedua dievaluasi. Kalau dua kali negatif ya sudah kita pulangkan. Tapi kalau sampai pertama negatif dan kedua positif maka mereka bertahan. Kalau ternyata positif terus kita pertahankan. Diulang lagi terus seperti itu. Memang seperti itu, masyarakat harus paham butuh kesabaran dan butuh pemahaman bahwa kasus virus corona tidak harus langsung selesai,” jelasnya.
Anang juga menegaskan pemeriksaan SWAB saat ini masih mengandalkan di kesehatan Provinsi Jawa Timur. Beberapa waktu lalu, Provinsi Jawa Timur sedang krisis reagen, sehingga waktu tunggu satu hasil swab itu 5 hari sampai 2 minggu. Jadi untuk satu hasil itu lama sekali memang.
“Ini yang butuh kesabaran dari masyarakat. Jadi bukan kesengajaan, tapi banyak faktornya. Butuh kesadaran dari masyarakat untuk memahami dan berpikir positif bahwa ini berproses. Ibu Bupati sudah berusaha maksimal,” terangnya.
Di Kabupaten Probolinggo terang Anang, ada alat canggih yang dimiliki. Sebenarnya bukan untuk Corona, tapi untuk TBC namanya TCM. Alat ini dimiliki oleh RSUD Waluyo Jati Kraksaan dan Puskesmas Sumberasih. Alat itu tinggal mengganti catrignya dan akan bisa melakukan pemeriksaan seperti Provinsi Jawa Timur.
“Kami sudah berjuang untuk mencari catrignya atas perintah Ibu Bupati. Mudah-mudahan minggu depan alat catrig itu akan datang di Kabupaten Probolinggo. Kalau hal itu bisa dilakukan maka dalam hitungan jam kita bisa mendapatkan hasil swabnya,” pungkasnya. (Septyan)





