
Malang, Sekilasmedia.com – Saluran dana bantuan yang kini sudah terelisasi baik dari Pemkab Malang, khususnya di Desa Selorejo Kecamatan Dau Kabupaten Malang, membuat warga masyarakat merasa lega dengan janji pemerintah.
Dimana saat ini sudah terealisasi penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahap ke dua kepada 27 penerima, dengan jumlah Rp 600.000 (enam ratus ribu) per penerima.
Penyerahan secara simbolis dilakukan di Gedung Balai Desa Selorejo Dau, yang juga bekerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) dalam menyalurakan BLT DD.
Bantuan dari pemerintah tersebut tentunya sangat di rasa membawa manfaat besar di tengah kalangan warga yang sedang terdampak dengan adanya pandemi covid 19 saat ini.
Bambang Soponyono, selaku kepala Desa Selorejo saat ditemui diruang kerjanya menyampaikan bahwa secara teknis penyaluran BLT Dana Desa yang nantinya akan diberikan kepada 27 penerima.
“Untuk pendataan penerima bantuan, sebelumnya didata oleh tim satgas covid-19 Desa Selorejo, yang selanjutnya ditetapkan melalui musyawarah Desa Selorejo. Penyaluran pertama kali dilakukan secara tunai kepada 27 penerima, tapi yang satu penerima mengundurkan diri, dan akhirnya dialihkan ke yang lain, itu proses pengalihannya juga melalui musdes dan untuk penerima sudah sesuai dengan data yang disiapkan, dimana penerima BLT Dana Desa ini diluar penerima PKH, BPNT, dan BST” terangnya.
Menurut Bambang bahwa ndalam menyalurkan BLT DD pada 27 penerima ini, Pemdes sangat Proaktif untuk warga tidak mampu dan juga lansia. Dimana kondisi dalam masa pandemi Covid-19 memang terasa dampaknya bagi sebagian besar warga masyarakat Desa Selorejo sendiri.
“Untuk itu penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa, perlu dilakukan secara proaktif agar manfaatnya bisa dirasakan oleh warga yang membutuhkan secara langsung. Proaktif dalam penyaluran BLT DD ini juga yang dilakukan Pemerintah Desa. Sedangkan jumlah warga yang masuk kategori kurang mampu dan layak dibantu sebelumnya nampaknya sudah sangat tepat sasaran. Meski begitu, penetapan penerima manfaat terutama BLT DD, harus dilakukannya dengan cermat, disesuaikan kategori yang ditentukan pemerintah” ungkapnya
Lebih lanjut menurut Bambang jika Kelompok warga dengan kategori miskin dan terdampak covid-19, tetap dengan prioritas warga yang memang layak atau harus dibantu.
“Khusus untuk menetapkan jumlah KK penerima manfaat, sejumlah maksimal kurang 10 % untuk bantuan BLT DD ke warga miskin dan terdampak Covid-19 yang ada” imbuhnya.
Pemerintah Desa Selorejo melalui Kepala Desanya, menghimbau kepada warga agar tetap mengikuti petunjuk protokol kesehatan dari pemerintah, salah satunya dengan menjaga pola hidup sehat.
“Tetap menjaga kesehatan dan kebersihan agar terhindar dari penyebaran covid-19, karena disini sudah ada yg terjangkit satu orang, dan saat ini sudah melakukan SWAB ke 7, beliau seorang lansia berinisial SU (64th), yang sebelumnya mempunyai riwayat penyakit diabetes dan hipertensi. Untuk itu sekarang masih menjalani isolasi mandiri karena hasil tesnya belum keluar” pungkasnya.
Sementara itu, Jumari (42) warga Desa Selorejo yang merupakan penerima batuan menyampaikan terimakasih kepada pemerintah yang telah memberikan bantuan tersebut.
“Terima kasih banyak atas bantuan yang diberikan oleh pemerintah, sehari- harinya saya hanya mencari rumput, adanya bantuan ini tentunya sangat terbatu dan bermanfaat sekali mas,” tuturnya.(BAS,FIT)





