Gresik, Sekilasmedia.com- Penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) dari Dana Desa untuk masyarakat terdampak pandemi Covif-19 di desa Duduksampean kecamatan Duduksampean telah dilaksanakan,kata Kepala Desa Duduksampean Said Sa’dan kepada Sekilasmedia.com di kantor desa Duduksampean.
” Anggaran dana desa yang digunakan penangganan Covid-19 ( BLT DD) sesuai dengan ketentuan peraturan pemerintah pusat. Kegiatan selain penanganan Covid -19, sementara ini kami evaluasi dan ditunda. Hanya yang prioritas saja di acc untuk tahun anggaran 2020,” ujarnya.
Terkait besaran anggaran BLT DD, Said Sa’dan pada Selasa (23/6/2020) menerangkan bahwa khusus untuk BLT DD, ada ketentuan maksimal 25 persen dari pagu bagi desa penerima DD di bawah nominal Rp. 800 juta. Maksimal 30 persen dari pagu antara Rp. 800 juta dan Rp. 1 miliar lalu 35 persen dari pagu diatas Rp. 1 miliar.
” Dan sesuai PMK No. 35 Tahun 2020 desa Duduksampean menerima Dana Desa dengan pagu sebesar Rp. 787.114.000,- jadi masuk kategori maksimal pemanfaatan BLT DD 25 persen dari pagu,” ucapnya.
Dengan jumlah KPM sebanyak 109 KK, sesuai usulan hasil musyawarah desa (musdes) melalui validasi dan evaluasi. Dengan berbasis ketentuan 4 kriteria dari 14 kriteria yang amanahkan bagi penerima BLT DD. Dan besaran nominal bantuannya Rp. 600 ribu per KPM per bulan. Bantuan tersebut sudah tepat sasaran ,tambah Kades Duduksampaen.
Jadi penyaluran tahap I sebanyak 109 KPM lalu tahap 2 menyusut penerimanya sebanyak 84 KPM. Dimana penyusutan ini (dari 109 KK menjadi 84 KK, susut 25 KK) sudah melalui musdes dan 25 KK sudah membuat pernyataan tertulis bermaterai tidak diperpanjang lagi karena yang bersangkutan sudah bekerja kembali.
” Sehingga untuk penyaluran tahap 3 nanti jumlah KPM menjadi 84 KK saja dengan nominal bantuan tetap sebesar Rp. 600 ribu melalui virtual account dari Bank Jatim,” imbuh dia.
Selain itu, terkait anggaran DD yang digunakan untuk penanganan Covid -19 khususnya pembelian APD seperti pengadaan masker, desinfektan, hand sanitizer, sabun mandi, hazmat, face shield ( pelindung muka), sarung tangan dan termogun. Serta kegiatan padat karya warga selama covid, besarannya disesuaikan tingkat kebutuhan, terang Said.
Selama ini di masa pandemi Covid, satgas Covid desa Duduksampean telah berupaya maksimal dalam memutus rantai penyebaran virus corona di desa Dusuksampean baik melalui sosialisasi, pembagian masker gratis ke warga, pemantauan dan pengawasan di cek point masuk desa maupun di pasar dengan termogun, penyediaan hand sanitizer atau sabun mandi untuk cuci tangan, penyemprotan desinfektan dan penyediaan tempat isolasi di kantor desa,imbuhnya. (rud)