
Gresik, Sekilasmedia.com- Pemerintah desa Bulurejo bersama Puskesmas kecamatan Benjeng melakukan rapid test kali kedua kepada para pedagang pasar desa Bulurejo bertempat di pendopo kantor desa Bulurejo kecamatan pada Rabu (3/6/2020).
Kepala Desa Bulurejo, Imam Sofwan kepada awak media mengatakan bahwa rapid test kali kedua ini merupakan kelanjutan dari yang kemarin, dimana sekarang ada 35 orang yang di rapid. Yang pertama sebanyak 27 orang yang ikut rapid test.
” Rapid test ini sebagai upaya untuk melaksanakan protokol kesehatan covid 19 sekaligus keikutsertaan melawan penyebaran virus corona. Karena ada satu warga yang terkonfirmasi virus corona,”katanya.
Sementara itu, Kepala UPT Puskesmas Benjeng dr Soni mengatakan bahwa tenaga medis puskesmas telah melakukan rapid test sebanyak 35 orang, dan hasilnya yang dirapit 29 non reaktif, dan 6 reaktif. Yang sehari sebelumnya merapid test 27 orang hasilnya 4 orang reaktif dan 23 orang non reaktif.
“Untuk yang reaktif, 3 pilar harus melakukan isolasi mandiri dan pe ngawasan satuan gugus tugas covid 19 dan Puskesmas,” ujarnya.
Dr. Soni juga berharap agar stigma negatif bagi orang yang terkonfirmasi covid dan keluarganya agar segera dihapus. Banyak kejadian dimana warga menolak pemakaman salah satu warga meninggal dunia terkonfirmasi covid di desanya. Bahkan ada desa yang menolak warga yang terkonfirmasi covid melakukan isolasi mandiri di rumahnya sendiri.
“Untuk melawan covid ini kita harus saling bekerjasama dengan semua elemen masyarakat seperti saling mengingatkan, mengawasi dan kalo ada yang terkonfirmasi covid membawa ke puskesmas terdekat dan memberi semangat agar lekas sembuh,” imbuh dr Soni kepada media pada Kamis (4/6/2020) di ruang kerjanya. (rud)





