Pemdes Klampok Salurkan BLT JPS APBD Bagi 182 KK

×

Pemdes Klampok Salurkan BLT JPS APBD Bagi 182 KK

Sebarkan artikel ini

 

Gresik, Sekilasmedia.com– Penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) jaring pengaman sosial (JPS) dari anggaran APBD kabupaten Gresik tahun 2020 sebagai stimulus pemerintah daerah guna mengurangi beban ekonomi masyarakat di tengah pandemi covid. Seperti yang dilakukan pemerintah desa Klampok kecamatan Benjeng bertempat di pendopo Kantor desa setempat pada Sabtu (06/06/2020).

Terkait penyaluran bantuan JPS tersebut, Kepala Desa Klampok kecamatan Benjeng H. Darman mengatakan pada usulan data penerima manfaat BLT JPS APBD tahap 3 ini terdapat 182 KK meliputi empat dusun ( dusun Klampok, ngepung, karangploso dan kalipang).

” Dari 182 penerima terdapat satu penerima yang mengembalikan berkas karena suaminya berstatus pegawai  negeri sipil (PNS). Jadi tinggal 181 penerima yang valid dan tepat sasaran. Penyaluran bantuan tersebut tidak bersamaan namun per dusun dibagi waktunnya, agar lebih aman, lancar dan tidak semrawut,” terangnya.

BACA JUGA :  Pandemi Covid-19, Ansor Kota Kraksaan Gelar Rakor Virtual

Sedangkan besaran BLT JPS ini, menurut Kades Darman tiap KK menerima Rp. 600 ribu setiap bulan selama 3 bulan. Penyaluran saat ini untuk bulan pertama yakni bulan Juni 2020.

Ditambahkannya, penyaluran bantuan jps usulan kedua diberikan kepada 102 KK  yang terealisasi (dari usulan 108) beberapa waktu lalu  dan nanti ada usulan tahap ke 4. Jadi total sementara ada 283 penerima.

” Bantuan JPS APBD dapatnya digunakan warga penerima sesuai kebutuhan untuk membeli sembako bukan yang lainnya. Bantuan ini bisa  sedikit banyak meringankan beban ekonomi masyarakat di masa pandemi covid,” harap Kades Klampok Darman kepada awak media.

BACA JUGA :  Komunitas BS Repindo Bagikan APD Kepada Jurnalis Saat Berada di Kantor Kecamatan Lawang

Terpantau di lapangan kegiatan penyaluran bantuan JPS APBD di pendopo desa Klampok, pemdes desa setempat menerapkan protokol kesehatan covid 19 dan warga antri menunggu giliran dengan tertib dan lancar.

Sebelum masuk,  warga penerima bantuan  memakai masker mengisi  daftar tamu, kemudian  warga memakai hand sanitizer lalu satgas covid desa mengecek suhu tubuh dengan termogun. Setelah itu warga menempati kursi yang telah disediakan dengan tetap menjaga jarak sambil menunggu giliran panggilan. (rud)