Gresik, Sekilasmedia.com – Pandemi covid-19 yang melanda negeri ini selama hampir 3 bulan, dirasakan dampaknya oleh segala lapisan masyarakat. Baik dari sisi kesehatan maupun sisi ekonomi terkait pemenuhan kebutuhan hidup.
Maka pemerintah meluncurkan stimulus anggaran guna percepatan penanganan covid. Khusus kerugian di sisi ekonomi di desa, Pemerintah membuat aturan agar Dana Desa bisa digunakan untuk penanganan dampak pandemi covid. Salah satunya dengan peluncuran bantuan langsung tunai dana desa dari Kemendes bagi masyarakat miskin yang terdampak covid.
Seperti di Desa Pandu Kecamatan Cerme, kegiatan penyaluran BLT dana desa bertempat di Kantor Desa Pandu dilakukan pemerintah desa, dibantu pihak kecamatan Cerme dan Bank Jatim pada Rabu (10/6/2020).
Kepala Desa Pandu Gunawan menyebutkan warga desa Pandu yang diusulkan dari tingkat RT kemudian dimusdeskan. Nah, hasil musyawarah desa terverifikasi sebanyak 88 kepala keluarga (KK) kemudian diajukan ke Dinas PMD dan Bank Jatim.
” Hasil musdes tersebut merunut 3 dari 14 kriteria yang wajib mendapat BLT DD. Yakni warga miskin atau rentan miskin, terkena PHK dan memiliki penyakit menahun atau kronis. Dan pasti sudah tepat sasaran,” terang dia.
Adapun, besaran bantuan BLT DD yang disalurkan sebesar Rp. 600 ribu per KK per bulan selama 3 bulan kepada 88 KK. Jadi, kata Gunawan berharap bantuan ini bisa dipergunakan sesuai kebutuhan selama masa pandemi covid.
Terkait BLT DD yang diterimakan, salah satu warga dusun Gatul desa Pandu mbah Tiana (74) merasa senang.
“Agar bantuan ini bisa berlanjut. Meski berapapun nominalnya sangat menolong warga tidak mampu dalam memenuhi kebutuhan hidup.”
“Kami bersyukur dan berterima kasih atas bantuan pemerintah ini. Terutama pemerintah desa Pandu yang peduli pada warga seperti kami,” imbuh mbah Tiana. (rud)