Daerah

Pasien Covid-19 di Kota Probolinggo Semakin Bertambah, Keberadaan Kampung Tangguh Diharapkan Turut Andil Dalam Pengawasan

×

Pasien Covid-19 di Kota Probolinggo Semakin Bertambah, Keberadaan Kampung Tangguh Diharapkan Turut Andil Dalam Pengawasan

Sebarkan artikel ini

 

Probolinggo, Sekilasmedia.com – Satgas Covid 19 Kota Probolinggo kembali menyampaikan data terkini terkini terkait covid 19 Melalui siaran langsung di media sosial milik pemerintah kota.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Probolinggo, dr Abraar Kuddah mengumumkan jika ada penambahan pasien positif terkonfirmasi covid 19 sejumlah 13 orang.

“Mereka berasal dari hasil tracing yang dilakukan oleh satgas covid 19. Dengan rincian 11 orang dari kluster PT Kutai Timber Indonesia (KTI) dan 2 orang dari kluster umum. Mereka masuk dalam kategori Orang Tanpa Gejala (OTG),” urai Abraar

dr Abraar yang juga menjabat sebagai Plt Direktur RSUD dr Saleh ini juga menyebut tentang istilah baru yang disampaikan oleh Menteri Kesehatan RI. Istilah ODP, PDP, OTG dan konfirmasi akan segera berubah menjadi suspeck, probable, konfirmasi, kontak erat, pelaku perjalanan, discarded, selesai isolasi dan kematian.

“Akan kita bahas dalam waktu tersendiri dalam 2 hari kedepan untuk penjelasan detail tentang istilah yang diubah sesuai permenkes baru tersebut,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Pj Wali Kota Kediri Zanariah Berangkatkan 304 Jemaah Calon Haji Kota Kediri

Dari total 148 pasien positif covid 19 rinciannya, 13 orang konfirmasi baru, dirawat di RSUD dr Saleh 9 orang, di Surabaya 1 orang, di Situbondo 1 orang, menjadi PDP 1 orang, meninggal baru 1 orang, sembuh 65 orang, dirawat di Probolinggo 76 orang.

Kemudian sejumlah 41 orang isolasi mandiri pasca therapi dan dinyatakan kondisinya baik berdasarkan hasil foto thorax dan hasil lab.

Sementara itu Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Probolinggo, dr NH Hidayati menerangkan jika kasus konfirmasi positif tanpa gejala bisa dilakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing minimal 10 hari. Jika ada penyerta ringan dan sedang bisa isolasi mandiri sejak muncul gejala menjadi 13 hari.

“Apabila kondisinya berat, baru dibawa ke rumah sakit rujukan. Jika tanpa gejala 10 hari sejak pengambilan swab nya bisa isolasi mandiri serta dipantau melalui telpon oleh nakes puskesmas. Edukasi disampaikan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama isolasi mandiri, termasuk harus mengukur suhu tubuh tiap pagi dan sore” katanya.

BACA JUGA :  160 Orang Terjaring Swab Antige di Pelabuhan Kamal, 4 Reaktif

Selanjutnya juga ditekankan oleh tim gugus tugas covid 19 agar masyarakat tidak terpengaruh serta salah mengartikan new normal, sehingga mengabaikan protokol kesehatan. dr abraar juga menuturkan jika satgas kuratif dan satgas preventif akan berkoordinasi dengan tiga pilar dalam membantu mengawasi dan memperketat kondisi wilayahnya.

“Satgas RT, RW serta keberadaan kampung tangguh diharapkan bisa ikut andil dalam mengawasi mereka yang isolasi mandiri. Termasuk disiplin penerapan protokol kesehatan, agar penyebarannya tidak semakin bertambah,” urainya.

Ia juga meminta agar tidak ada stigma negatif kepada mereka yang terpapar covid 19. Pihaknya juga secara massif akan melakukan tracing agar bisa menekan angka penyebarannya.

“Kelurahan Kedung Galeng belum ada yang terkonfirmasi positif dan masih bertahan dengan warna abu – abu di peta sebaran covid 19. Bisa jadi karena warganya disiplin terapkan protokol kesehatan dan warganya juga kompak peduli dengan lingkungan sekitarnya,” ujarnya. (Septyan)