
Probolinggo, Sekilasmedia.com – Berdasarkan data update yang dirilis Dinas Kesehatan P2KB Kota Probolinggo pada Rabu, (01/07). pasien terkonfirmasi positif COVID 19 kembali bertambah mencapai 16 orang.
Jumlah ini melonjak tajam dikarenakan hasil SWAB keluar bersamaan meskipun pengambilan sample-nya dilaksanakan pada hari yang berbeda.
Pengambilan swab dilaksanakan pada 20 Juni lalu dikirim ke Balai Besar Tehnik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Surabaya dan hasilnya keluar pada 1 Juli sebanyak 12 orang positif COVID 19.
Tiga orang dari klaster Surabaya yaitu dua warga Kelurahan Tisnonegaran dan satu warga Kelurahan Kademangan. Dua orang warga Kelurahan Triwung Kidul. Satu warga Kelurahan Sumber Taman. Satu warga Kelurahan Kebonsari Wetan. Lima warga klaster Sidoarjo berasal dari Kelurahan Triwung Lor.
Kemudian pada 29 Juni, pengambilan swab dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya dan hasilnya 3 orang positif. Yaitu, seorang perempuan dari Kelurahan Jrebeng Wetan yang tertular dari suaminya yang opname di Palembang; satu warga Kelurahan Jrebeng Wetan dan Kelurahan Ketapang.
Berikutnya pada 30 Juni seorang warga dari Kelurahan Mayangan diperiksa di RSUD dr Mohamad Saleh dan hasilnya positif.
Plt Kadinkes P2KB Kota Probolinggo, dr Nurul Hasanah Hidayati menuturkan, pengendalian transmisi lokal yang cukup tinggi bisa dilakukan dengan kedisiplinan masyarakat dengan menjalankan protokol kesehatan, seperti halnya menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan juga agar tidak saling berjabat tangan.
“Hindari kerumunan. Reuni, arisan mohon di-pending dulu untuk kegiatan-kegiatan seperti itu. Kota Probolinggo dengan transmisi lokal berpotensi meningkatkan penyebaran virus, jadi tolong dihindari,” pinta dr. Nurul
Dinkes P2KB bersama RSUD pun telah berupaya maksimal dalam melakukan tahapan penanganan COVID 19. Yakni, testing melalui rapid tes, tracing penyelidikan epidemologi dengan siapa pasien melakukan kontak erat, treatmen berupa pengobatan.
dr. Nurul juga menekankan lansia dan balita beresiko tinggi terpapar COVID 19 tidak mudah keluar rumah dan menghindari kerumunan.
“Karantina semacam itu merupakan cara ampuh dan mudah mengurangi transmisi lokal. Kami berharap jangan memberikan stigma negatif kepada mereka yang sudah menjalani rapid test ataupun terkonfirmasi positif karena kami akan kesulitan. Untuk itu, kami mengimbau masyarakat selalu disiplin, dan jaga jarak jangan bergerombol” ujarnya.
Secara umum data COVID 19 menurut data update dari Dinkes P2KB Kota Probolinggo tertanggal 01 Juli 2020, ODP (Orang Dalam Pemantauan) sebanyak 374 orang. Dalam proses pemantauan sebanyak 13 orang, dan 361 orang selesai pemantauan.
Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 40 orang, dengan rincian 32 orang selesai pengawasan, 3 orang masih dalam pengawasan, serta 5 orang meninggal.
Sementara itu pasien Terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Probolinggo berjumlah 70 orang. Dengan catatan, 26 orang dirawat di RSUD dr Mohamad Saleh, 4 orang dirawat di Surabaya, sembuh 37 orang dan meninggal 3 orang.
Saat ini RSUD dr. Moh Saleh Kota Probolinggo juga merawat 5 pasien rujukan dari luar kota, 2 dari Kabupaten Probolinggo, 1 dari Kabupaten Pasuruan, 1 dari Sidoarjo dan 1 lagi dari Surabaya. (Septyan)





