
Probolinggo, Sekilasmedia.com – Wabah Covid 19 yang belum berakhir membuat para pelajar di Kota Probolinggo hingga saat ini masih melakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan menggunakan metode Dalam Jaringan (Daring), dan memanfaatkan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dibawah naungan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Probolinggo untuk menggunakan Fasilitas wifi dalam belajarnya.
Sejatinya, pemasangan wifi tersebut untuk mendukung produktivitas KIM sebagai mitra pemerintah dalam menyebarluaskan, sosialisasi dan desiminasi informasi pembangunan kepada masyarakat.
Salah satu lokasi KIM Kaber Bing Berek yang terletak di Jrebeng Kulon, terdapat beberapa anak yang sekolah daring. Sekitar sembilan orang anak tingkat SD, SMP hingga SMA/SMK pun memanfaatkan wifi tersebut.
Humas KIM Kaber Bing Berek, Abdul Halim menuturkan selain ia aktif memberikan informasi terkait wilayah di Jrebeng Kulon, didasarkan atas rasa peduli dan prihatin kepada warga sekitar yang mengaku kesulitan mendapat akses internet di rumahnya saat mengerjakan tugasnya yang diberikan sekolah.
“Ada keluhan warga, saya mengajak anak-anak belajar disini, dengan tidak mendahului Dinas Pendidikan tentunya. Alhamdulillah, jaringan internet seperti ini betul-betul dimanfaatkan oleh anak-anak, selain kami juga aktif meliput kegiatan di Jrebeng Kulon,” Tutur Abdul Halim, Rabu (05/08).
Pemilik rumah sekaligus tempat dipasangnya wifi, Buati mengaku merasa sangat senang. Ia pun menyulap teras rumahnya agar terlihat nyaman saat diduduki anak-anak. Ia sediakan banyak kursi dan tiga buah meja. Selain itu, ia memberikan masker jika kedapatan anak yang datang tidak memakai masker.
“Kami disini juga membuat masker, sebelum bantuan masker dari kelurahan datang. Bentuk UMKM kami ingin menumbuh kembangkan ekonomi masyarakat, menggerakan masyarakat untuk pancingan. Lebih dari itu, kami berikan masker gratis kepada anak-anak daring saat mereka tidak memakai masker,” Ungkap Buati.
Ketua KIM Kaber Bing Berek, Andrean Subiantoro menjelaskan tidak ada pembatasan jumlah anak yang belajar daring disana asalkan tetap tertib menerapkan protokol kesehatan, utamanya dalam hal penggunaan masker. Tentu ini menjadi nilai plus pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi berupa wifi gratis di tengah pandemi COVID 19.
“Kami sediakan tempat cuci tangan, mengingatkan anak-anak jaga jarak, pakai masker dan memanfaatkan wifi hanya untuk daring bukan yang lainnya. Sangat disayangkan kalau di luar daring, bisa saja mereka malah main game. Dan kami perhatikan betul itu,” ungkap Andrean.
Sementara itu Kepala Dinas Kominfo Kota Probolinggo, Aman Suryaman menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh KIM tersebut. Aman menjelaskan, KIM adalah kelompok yang berasal dan dibentuk sendiri oleh masyarakat kemudian disahkan oleh kelurahan sebagai mitra pemerintah dalam penyebarluasan informasi.
“KIM harus pinter, harus melek informasi. Untuk itu kami berinisiasi dengan memberikan fasilitas internet sebagai suplemen KIM berkreasi dalam mendapat dan menyebarluaskan informasi kepada masyarakat luas melalui media sosial masing-masing,” ungkap Aman.
Aman menambahkan Fenomena yang terjadi saat ini, ada pembelajaran online dan ada KIM yang mengajak masyarakat sekitar belajar disana.
“Menurut saya, ini sangat positif, Boleh-boleh saja namun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Intinya, selama bermanfaat buat masyarakat, kenapa tidak? Tetapi tetap menjalankan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah,” Tegas Kadiskominfo.
Perlu diketahui, sudah ada 29 KIM yang telah terbentuk dan tersebar di 29 Kelurahan se Kota Probolinggo yang difasilitasi internet setiap bulannya oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Probolinggo. (Septyan)






