
Gresik, Sekilasmedia.com – Sebanyak 100 orang dari masyarakat Dapil 3 (Kedamean-Menganti) bertempat di gedung pertemuan di desa Pengalangan kecamatan Menganti Gresik pada Minggu siang (30/8/2020), mengikuti acara Reses II DPRD Gresik terkait penyerapan aspirasi masyarakat oleh anggota dewan fraksi Partai Golkar Wongso Negoro, SE, S.H,M.Si.
Kegiatan reses II tetap mengikuti aturan protokol Kesehatan seperti memakai masker, physical distancing dan mencuci tangan dengan sanitizer.
Peserta reses II diikuti oleh kepala desa, perangkat desa, RT dan RW serta masyarakat dapil 3.
Dalam sambutannya, anggota dewan dari fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) Wongso Negoro menegaskan bahwa kegiatan serap aspirasi masyarakat desa lewat kepala desa khususnya se kecamatan Menganti sudah berjalan.
” Hal ini dibuktikan, saat pengajuan bantuan kegiatan pembangunan infrastruktur desa hasil serapan aspirasi. Sehingga kemudian, banyak bantuan terutama jasmas atau pokir yang terealisasi melalui kepala desa,” terangnya.
Saat menyampaikan sambutan di depan hadirin, Wongso Negoro menginginkan pembangunan infrastruktur jalan seperti Mojokerto dengan betonisasi terutama jalan Kabupaten maupun jalan desa.
” Meski anggarannya pembangunannya mahal sedikit namun untuk kekuatan, pavingisasi masih kalah. Selain itu biaya perawatan lebih besar kalau dengan paving, imbuhnya.
Disampaikan juga terkait wacana pendirian rumah sakit pemerintah di wilayah Gresik selatan dan usulan Ketua DPD Partai Golkar Gresik Ahmad Nur Hamim mengenai rumah online di tiap desa dengan anggaran Rp. 10 juta., Tujuannya mendukung proses belajar siswa melalui online.
Pada kesempatan ini, anggota dewan asal Fraksi Partai Golkar Gresik juga mengingatkan kepada Kepala desa atau perangkat yang hadir terkait Laporan pertanggungjawaban pemakaian anggaran setelah proyek selesai.
” Banyak proyek pembangunan di desa yang molor bahkan berhenti karena LPJ belum disetor oleh Kades ke instansi terkait. Yang banyak terjadi setelah termin pertama selesai dikerjakan menunggu termin kedua cair. Tapi lama, setelah kami telisik ternyata LPJ-nya belum disetor,”ungkapnya.
Dan pada acara reses II ini, Wongso Negoro berpesan kepada Kades agar memperhatikan hal tersebut sehingga tidak terulang kembali. Anggota dewan inginnya satu tahap saja tidak sampai tahap dua pekerjaan sudah kelar.
Apalagi selama pandemi covid-19, anggaran untuk infrastruktur banyak mengalami pengurangan sangat besar. Karena anggarannya untuk penanganan covid-19 sehingga program yang prioritas yang didahulukan. Yang tidak masuk prioritas sementara ditunda,tambahnya.
Pada kesempatan itu, Wongso Negoro menerima beberapa usulan dan keluhan masyarakat terkait pelayanan eKTP dan KK di kabupaten Gresik agar segera di delegasikan di kecamatan secara online. Agar warga tidak jauh mengurus ke Dispendukcapil.
Kemudian terkait, pembangunan jaringan irigasi pertanian (JUT), peningkatan anggaran dana desa (ADD) karena saat ini anggaran yang ada masih minim dan pembayaran pajak PBB maupun PBHTB agar lebih mudah dan cepat melalui indomaret atau PT.Pos, seperti pembayaran tagihan telpon atau listrik.
Terkait usulan dan keluhan masyarakat, kembali Wongso menegaskan akan menampungnya kemudian akan disampaikan melalui rapat fraksi dan melalui komisi 1 akan melakukan hearing dengan OPD terkait seperti Dispendukcapil, DPMD, Bappeda dan DPPKAD.
Sementara itu, terkait kegiatan Reses II DPRD Gresik Wongso Negoro Kades Pengalangan Ahyar Abdul Muntholib menyampaikan apresiasi atas kegiatan reses II dalam menyerap aspirasi masyarakat.
” Terima kasih untuk kegiatan reses II atas nama Kepala Desa merasa sangat bangga. Karena program reses kali ini meminta aspirasi atau usulan dari masyarakat tentang pembangunan, pelayanan publik maupun segala hal yang berhubungan dengan Kabupaten Gresik,” ucapnya dengan bangga.
Dan alhamdulillah antusias dari peserta reses dalam berpartisipasi mengajukan usulan demi kebaikan Gresik bersama, imbuh Kades Pengalangan. (rud)





