Daerah

Merasa Didiskriminasi, Warga Sukomulyo Tolak Audiensi dengan Pihak PT. KAS

×

Merasa Didiskriminasi, Warga Sukomulyo Tolak Audiensi dengan Pihak PT. KAS

Sebarkan artikel ini

 

Tampak warga desa Sukomulyo Manyar bersama Gepal yang berdemo duduk menunggu negoisasi dengan pihak PT. KAS

Gresik, Sekilasmedia.com – Perwakilan Forum Komunikasi Warga Desa Sukomulyo (FKWDS) meradang saat menggelar audiensi dengan pihak PT.KAS atau pabrik mie sedap.

Hal tersebut dikarenakan sikap petugas perusahaan terkesan mempersulit dengan meminta kartu identitas atau KTP saat perwakilan warga masuk ke ruangan audiensi.

Akibatnya, sebanyak 10 orang dari perwakilan warga itu mengurungkan proses audiesi dengan pihak pabrik mie sedap.

Padahal, menurut mereka, prosesi negosiasi sebelumnya sempat alot antara pihak perwakilan warga dan pihak kepolisian. Pasalnya, pihak warga tak mau membuka pintu gerbang sebelum melakukan audiensi dengan pihak perusahaan.

“Kami sangat kecewa, padahal kami sudah mencoba ngomong dengan warga agar kami diizinkan masuk ke dalam untuk audiensi. Tetapi pihak perusahaan justru meminta kartu identitas kami, dikira kami maling atau apa?,” ujar Su’udi Wafa, koordinator FKWDS.

Sebagai informasi, audiensi ini merupakan bentuk tindak lanjut atas aksi tuntutan warga terhadap pihak perusahaan dibawah naungan PT. KAS . Dalam aksinya, warga membawa sejumlah tuntutan yang telah bertahun-tahun disepakati pihak perusahaan dengan pihak warga. Kesepakatan itu terhitung telah dilakukan sejak 16 tahun lalu. Namun, hingga saat ini belum juga dijalankan oleh pihak perusahaan.

BACA JUGA :  Polres Purbalingga Kirim Bantuan bagi Warga Terdampak Letusan Gunung Semeru

Senada dengan Su’udi, Koordinator umum Gepal, Syafi’uddin KC juga menyatakan kekecewaan serupa terhadap pihak perusahaan yang terkesan mendiskriminasi perwakilan Desa Sukomulyo.

“Kami datang dengan baik-baik, tetapi pihak perusahaan malah menyambut dengan kurang etis dan terkesan mendiskriminasi, padahal kami ini warga lokal Desa Sukomulyo, kenapa masih dimintai kartu identitas,” tandasnya.

Atas kejadian ini, pihak warga Desa Sukomulyo menolak audiensi dengan pihak perusahaan dan mengancam akan kembali menggelar aksi yang lebih besar.

“Sementara untuk audiensi hari ini tidak menghasilkan apa-apa karena perlakuan petugas di dalam yang terkesan mempersulit dan mendiskriminasi dengan memintai identitas segala. Kita akan aksi kembali dengan massa yang lebih besar hingga seluruh tuntutan kami mendapat jawaban dan tindak lanjut yang jelas dari pihak perusahaan,” pungkas Su’udi.

Sebelum pelaksanaan negosiasi antara perwakilan warga dengam perusahaan PT. KAS, Sekretaris FKWDS ( Forum Komunikasi Warga Desa Sukomulyo ) Fikri

BACA JUGA :  Wujudkan Pilkada 2024 Aman dan Damai, Polres Kediri Kota Gelar Rakor Lintas Sektoral

kepada awak media mengungkapkan,” Warga Sukomulyo yang terdaftar saat ini di FKWDS dari 23 RT. Rinciannya pengangguran sebanyak 217 orang, usia produktif  antara18-56 tahun. Usia non produktif sebanyak  42 orang. Itu masuk semua. Yang bekerja outsourcing 157 orang, warga Sukomulyo sendiri.”

“Sesuai undang-undang, harapan kami setelah 3 kali kontrak bisa dijadikan karyawan,” ujarnyan

Sebelum ada FKWDS, Sekretaris FKWDS Fikri menerangkan rekrutmen karyawan masyarakat lokal Sukomulyo agak sulit. Mereka masuk harus lewat outsourcing, tidak bisa langsung melalui PT.

” Seyogyanya formasi penerimaan tenaga kerja bisa langsung. Tanpa melalui kepala desa atau siapapun harus  perusahaan dengan warga. Dulu melalui RT dan RW, waktu itu sifatnya hanya mengetahui saja kalau itu warga Sukomulyo,” pungkasnya.

Sementara itu mengenai pengamanan demo warga sukomulyo, Kapolsek Manyar AKP Jumbo Qantas menegaskan rencananya   saat ini akan ada negosiasi antara pihak warga dengan perusahaan.”  Pada intinya mereka ingin ada pertemuan dan ada beberapa tuntutan saat orasi,” ujar Kapolsek Manyar.

Sedangkan jumlah personil untuk pengaman, AKP Jumbo Qantas menyebutkan pengamanan terdiri dari beberapa Polsek dan gabungan personil dari Polres Gresik sekitar 100 orang personil. (rud)