POLISIKU

Kapolres Gresik Dan Wakapolri Gelar Vidcon Dengan Kementrian Ketenagakerjaan Republik Indonesia

×

Kapolres Gresik Dan Wakapolri Gelar Vidcon Dengan Kementrian Ketenagakerjaan Republik Indonesia

Sebarkan artikel ini

 

Kapolres Gresik bersama Perwakilan Kadisnaker lakukan Vidcon bersama Wakapolri dan Kementrian Ketenagakerjaan RI

Gresik, Sekilasmedia.com– Kapolres Gresik  AKBP Arief Fitrianto, S.H , S.I.K, M.M melaksanakan giat Vidcon bersama  Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono dengan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia terkait pembahasan situasi terkini pada Kamis (01/10/2020) di Aula Mapolres Gresik.

Turut mendamping Kapolres dalam giat Vidcon diantaranya Kasat Lantas Polres Gresik AKP Yanto Mulyanto, S.I.K, Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Bayu, S.I.K dan Jajaran PJU Polres Gresik .

BACA JUGA :  Operasi Cipkon Terus Ditingkatkan, Di Pimpin Kanit Lantas Polsek Bubutan Tindak 32 Pelanggar Lalin

Selain itu hadir pula perwakilan Disnaker Gresik Kabid Pelatihan Dyah dan Kasi Perselisihan Utut Adyanto.

Dalam sambutannya Komjen Gatot Eddy Pramono menyampaikan

himbauan terkait mogok kerja nasional pada tanggal 6 dan 8 Oktober 2020.

Tuntutan buruh  dalam mogok kerja nanti menolak  RUU (Rancangan Undang Undang ) Omnibus Law tentang Cipta Kerja Upah Minimum Sektoral, dihapuskan. Penggunaan Outsourcing semakin dipermudah sehingga merugikan Buruh dan

menguntungkan Pengusaha.

PKWT (pegawai kontrak) diperbanyak, PKWTT (pegawai tetap) terancam di PHK lalu ditawarkan Perjanjian Kerja Baru dengan status Pegawai Kontrak dan Upah Minimum Provinsi, Upah Minimum Kabupaten/Kota dihitung berdasarkan pertumbuhan ekonomi dan inflasi di masing-masing daerah yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah.

BACA JUGA :  Polisi Babat Peredaran Rokok Ilegal di Jembrana, Tiga Warga Cupel Diciduk

Wakapolri menginstruksikan kepada semua Kapolres untuk mengadakan  PAM maksimal agar tidak terjadi mogok kerja dan unjuk rasa.

“Kedepankan Upaya cegah tegas dan humanis,” tegas Wakapolri.

Kapolres diharap melakukan komunikasi langsung dengan PUK ( Pimpinan Unit Kerja ) dari serikat pekerja atau serikat buruh di masing-masing perusahaan untuk menekankan agar  tidak Mogok kerja dan unjuk rasa. Polri dan jajaran Satwil tegas tidak memberikan izin kegiatan.

“Tindak tegas dan terukur jika ada aksi sweeping ajakan mogok kerja dan unjuk rasa di perusahaan atau pabrik.” pungkas Komjen Gatot Eddy Pramono. (rud)