
Trenggalek, Sekilasmedia.com – Tanaman kopi dan coklat di Kabupaten Trenggalek mendapat perhatian serius.Tidak hanya untuk budidayanya, tapi juga untuk tehnik pemangkasan serta penambahan alat – alat pasca panen.Jika tidak ada aral melintang, kegiatan tersebut akan dianggarkan di APBD tahun 2021.
Susti Wulandari, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertan) Kabupaten Trenggalek mengatakan, tanaman kopi dan coklat di Kabupaten Trenggalek mendapat perhatian serius.Mulai dari bididaya, pelatihan pemangkasan hingga penyediaan alat pasca panen.”Tahun 2021 ada penganggaran terkait tanaman kopi dan coklat Rp 500 juta, ” ucapnya, Rabu (15/11/2020).
Susti menuturkan, penganggaran tersebut bukan tanpa alasan.Berdirinya Rumah Coklat dan banyaknya home industri kopi menjadi salah satu pertimbangan.
Selain itu, di Kabupaten Trenggalek pernah memiliki Pabrik Kopi Dilem Wilis di masa Pemerintahan Belanda.
Hasil produksi kedua tanaman tersebut setiap tahunnya hampir mencapai 1000 ton sehingga sangat layak untiuk terus dikembangkan.”Kami juga melatih tenaga terampil untuk tehnis pemangkasan agar bisa meraih hasil produksi yang maksimal, ” cetusnya.
Susti yang sekarang juga menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) Sekertaris Dispertan Kabupaten Trenggalek berharap agar masyarakat lebih mengenal dan tahu tentang dua tanaman keras tersebut.Karena tanaman tersebut cukup menjanjikan dan memiliki peluang bisnis yang lumayan.
Ketika disinggung terkait jenis kopi Trenggalek yang pernah ada di masa Pemerintahan Belanda yang berlokasi di Kecamatan Bendungan, Susti menerangkan jika jenis kopi tersebut masuk dalam jenis Robusta.Walaupun hingga sekarang masih dicari dan diteliti Filial kopi teresebut.
“Tanaman kopi di jaman Belanda sudah berusia ratusan tahun.Banyak terjadi perubahan di lahan tersebut.Jadi perlu waktu untuk meneliti lebih lanjut, ” kata Susti (ags).





