
Mojokerto, Sekilasmedia.com -Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriadi, S.I.K., M.I.K mengapresiasi sinergitas antara tokoh agama (ulama) dengan umaroh dalam rangka menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
Hal ini disampaikan Kapolresta saat menghadiri Rakerda MUI Kabupaten Mojokerto dalam rangka untuk meningkatkan Ukhuwah dan Dakwah yang rahmatan Lil ‘Alamin di Hall Royal Ayolla Sunrise Mall, Jalan Benteng Pancasila, Kota Mojokerto, Minggu (13/12/2020).
Dalam sambutan, Kapolres mengatakan bahwa dirinya selama ini tidak berani memberikan tegoran kepada masyarakat, karena takit disebut “Kafir”. Oleh karena itu pihaknya mengajak MUI yang lebih paham memberikan fatwa.
“Ulama dan umaro yang kekinian dalam menciptakan harmonisasi antara semua pihak baik TNI/Polri, Tokoh Agama maupun MUI sangat dibutuhkan.
“Adalagi kekinian dari aparat tentang tindakan tegas dari kelompok HRS yang menyerang anggota Polri di Jakarta dengan membawa senjata api, celurit. dan HRS sudah dilakukan penahan.”
“Kami sangat berharap dalam Rakerda MUI Kab Mojokerto tentunya bisa mengevaluasi kembali tentang sepak terjang Persoalan yang hasilnya nanti dapat menciptakan kerukunan baik ulama dan umaro di Mojokerto.
Kapolresta juga sempat menyinggung pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 di Kabupaten Mojokerto yang berjalan aman, lancar, dan kondusif.
Dirinya juga mengapresiasi target pemilih pemungutan suara Bupati dan Wakil Bupati yang naik dari 69 Persen menjadi 80 persen di Utara sungai.
Menurutnya, hal ini bukan kerja Polri namun merupakan kerjasama seluruh elemen yang telah membantu menciptakan situasi yang aman, damai, sejuk dan sehat. (joe)





