POLISIKU

Tinjau Banjir di Dawarblandong, Kapolresta Mojokerto Bagikan Paket Sembako

×

Tinjau Banjir di Dawarblandong, Kapolresta Mojokerto Bagikan Paket Sembako

Sebarkan artikel ini
Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriadi, S.I.K., M.I.K saat membagikan sembako kepada warga terdampak banjir

Mojokerto, Sekilasmedia.com – Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriadi, S.I.K., M.I.K bersama Dandim 0815 serta PJU melaksanakan peninjauan lokasi banjir dan memberikan bantuan sosial kepada warga Dusun Balong, Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong yang terdampak banjir di wilayah hukum Polresta Mojokerto.

“Ada Lima Dusun yang terdamapak banjir yakni di Dusun Talun Desa Talun Blandong, Dusun Klanting Desa Pulorejo, Dusun Pulo Desa Pulorejo, Dusun Ngarus Desa Banyu Legi, dan Dusun Balong Desa banyulegi,” ujar Kapolresta.

BACA JUGA :  Bentuk Penghormatan, Kapolresta Mojokerto Hadiri Pemakaman Kombes Pol. Anwar Efendi

Adapun personil yang terlibat, yakni TNI-POLRI, Tagana, Muspika Kecamatan Dawarblandong, BPBD, Dinas Kesehatan dari Puskesmas, PMI, RAPI, BANSER, dan relawan.

“Kami bersama Dandim dan Camat Dawar Blandong serta Kapolsek Dawar Blandong, Kami informasikan bahwasannya banjir ini merupakan luapan dari sungai Lamongan,”  imbuhnya.

“Kalau kita perhatikan beberapa hari terakhir ini dan intensitas hujan sangat tinggi sehingga membuat adanya tanggul yang ada di Desa Balong ini jebol dan mengakibatkan sebanyak 35 kepala keluarga mengalami kebanjiran dan itu sudah dievakuasi oleh beberapa kerabatnya yang terdekat di sini,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Operasi Keselamatan Toba 2026 Memasuki Hari Terakhir, Satlantas Polres Tanjungbalai Sasar Sopir

Kapolresta menambahkan, tempat umum  sudah dilakukan penentuan lokasi evakuasi bagi warga yang mengalami sebagai korban banjir.

Pada kesempatan ini juga selain meninjau, pihaknya juga memberikan bantuan kepada warga berupa sembako yaitu 500 Kg beras dan 100 Dos mie instan.

“Harapannya nanti bisa bermanfaat untuk memenuhi kecukupan kebutuhan dalam waktu yang dekat,” jelasnya.

Menurutnya, Camat Dawarblandong  sudah melakukan upaya di bulan Februari tahun 2019 yaitu membuat lokalisir dengan membuat tanggul yang ada di pinggiran Desa pinggiran sungai Lamongan tersebut.

Namun setelah hampir setahun aman, tanggul tersebut tidak lagi mampu menahan debit air suangai lamong, karena intensitas hujan yang cukup tinggi, sehingga membuat banjir kembalu terjadi.