
Malang, Sekilasmedia.com – Gepeng alias Muhamad Guhfron (37th) warga Jl Sunan Ampel Desa Bulupitu Gondanglegi Kabupaten Malang, yang sebelumnya diduga melakukan bunuh diri, dengan melompat dari atas jembatan Ketapang Blobo Kepanjen pada Rabu dini hari kemarin, ditemukan Tim SAR sudah tidak bernyawa lagi.
Jenasah Guhfron ditemukan oleh Tim SAR di aliran sungai Brantas dibawah makam dusun Legok desa Sukoharjo Kepanjen , Jumat ( 11/12) pagi.
Menurut Agus salah satu Tim Relawan SAR mengatakan bahwa korban ditemukan dalam kondisi tersangkut batu ditengah sungai Brantas dalam kondisi masih memakai jaket hitam , celana jeans warna hitam dan ada bekas luka sayatan ditangan sebelah kiri
“Korban ditemukan kurang lebih 1,5 kilo dari lokasi jatuh, kemudian korban ditemukan oleh Tim SAR pada pagi hari sekitar pukul 09.30″ jelas Agus.
Selanjutnya jenasah korban dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan di bawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kepanjen untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.
Menurut keterangan saksi, Suid yang juga tetangga korban mengatakan bahwa pada Hari Selasa (8/12) sekitar jam 23.00, korban bercerita kepada dirinya mempunyai keinginan untuk mengikuti kedua orang tuanya, selang beberapa lama korban keluar menuju rumah tetangga dan melakukan tindakan melukai diri sendiri dengan menyayat tangan kiri dibagian kelingking dan jempolnya sendiri.
” Kalau sebelum hilang dijembatan Ketapang , Gufron sekitar pukul 02.00 Rabu dini hari masih sempat menyembelih anak ayam pakai boding ( parang ), serta berpesan bahwa dirinya (korban.red) mengatakan bahwa pada besuk hari Senen atau Lusa dirumahku akan banyak orang” terang Suid.
Menurut Suid bahwa salah seorang tetangga korban menemukan sepeda BMX bersandar di jembatan namun korban nihil dilokasi . Diduga gepeng melakukan aksi bunuh diri dari atas jembatan di Blobo.(BAS)





