Siswahyu Kurniawan Sebut Publik Kecewa, Piala Dunia U-20 2023 Di Indonesia

×

Siswahyu Kurniawan Sebut Publik Kecewa, Piala Dunia U-20 2023 Di Indonesia

Sebarkan artikel ini

 

Foto: Siswahyu Kurniawan, Ahmad Dzaki Akmal Yuda (bersama pesepakbola Australia), FIFA, dan Menpora Zainudin Amali, serta Gatot Dewa Broto

JAKARTA, Sekilasmedia.com – Sepakbola Piala Dunia U-20 tahun 2021 di Indonesia (yang direncanakan 20 Mei – 12 Juni 2021) dibatalkan oleh federasi sepakbola internsional/dunia FIFA, yang tentu mengundang rasa kecewa berbagai kalangan masyarakat, juga diantaranya dari Siswahyu Kurniawan penulis buku Humor Sepakbola dan Ahmad Dzaki Akmal Yuda pesepakbola muda (kelahiran 4 Juni 2004/tinggi badan 177 cm, red.) yang pernah bermain untuk Kalteng Putra U-16 Liga 1 Elite Pro Academy saat Festival Filanesia awal 2019 dan bermain untuk Persebaya Surabaya U-16 saat Liga 1 U-16 Elite Pro Academy pada ‘musim’ 2019 (April – September 2019).

“Kami tentu kecewa. Karena kami ingin segera menonton tim-tim sepakbola hebat dari berbagai negara di dunia termasuk yang untuk Eropa (UEFA) diwakili oleh negara-negara raksasa sepakbola seperti Inggris, Italia, Belanda, Perancis dan Portugal. Kami ingin dapat ilmu sepakbola dengan melihat mereka bermain,” ungkap Ahmad Dzaki Akmal Yuda si Kidal yang bisa bermain berbagai posisi yang pernah bermain untuk Bhayangkara FC U13-U14-U15-U16 ini yang masih terus getol berlatih meskipun suasana pandemi Covid-19 dan tidak ada Liga 1 Elite Pro Academy U-16, U-18, U-20.

BACA JUGA :  Gus Haji Mas Sulthon Belasungkawa Wafat Ibunda Dari KH.Marzuki Mustamar Ketua PWNU Jatim

Kekecewaan terhadap batalnya Piala Dunia U-20 tahun 2021 di Indonesia, juga diungkapkan Siswahyu Kurniawan yang pernah menjadi Media Officer (MO/humas) Bhayangkara FC U13-U14-U15-U16, karena berharap pelaksanaan Piala Dunia U-20 itu bisa segera menjadi salah satu pembelajaran yang luar biasa bagi para pesepakbola muda Indonesia lebih-lebih yang masih berusia 15 – 19 tahun, sekaligus bisa mempercepat tercapainya program Presiden Joko Widodo untuk Percepatan Pembangunan Sepakbola Indonesia. Meskipun Indonesia tetap akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 itu namun baru akan dilaksanakan pada tahun 2021 alias tertunda dua tahun dari tahun 2021.

“Jika sepakbola Piala Dunia U-20 tetap dilaksanakan tahun 2021 maka akan mempercepat tercapainya program Presiden Joko Widodo untuk Percepatan Pembangunan Sepakbola Indonesia. Bahkan bisa sangat berpengaruh untuk persiapan menuju sepakbola senior Indonesia untuk kemungkinan Piala Dunia selanjutnya,” ungkap Siswahyu Kurniawan pengurus Pro Joko Widodo (PROJO) Mojokerto yang juga komite media (humas) PSSI Mojokerto ini.

“Jika sepakbola Piala Dunia U-20 di Indonesia tetap dilaksanakan tahun depan (2021, red.) akan menjadi momentum luar biasa bagi para pesepakbola muda Indonesia,” ungkap Siswahyu Kurniawan yang juga mendampingi Yoppy Prawiranusa untuk Bajul Ijo FC Liga 3 Surabaya dan Surabaya City FC Liga 3 ini, seraya menyebut kekecewaan masyarakat yang meluas atas batalnya Piala Dunia U-20 2021.

BACA JUGA :  Ketua DPD RI Apresiasi BUMDes Di Desa Batu Merah Ambon Memadukan Pendidikan - Olahraga

Persiapan keras pemerintah Indonesia, dalam hal ini Menteri Pemuda Dan Olahraga Zainudin Amali yang didampingi Seskemenpora Gatot S Dewa Broto bersama jajaran serta PSSI dan stakeholder-nya, untuk menyongsong sepakbola Piala Dunia U-20 tahun 2021 (yang rencana dilaksanakan 20 Mei – 12 Juni 2021 yang di dalamnya sekaligus terdapat HUT hari-hari besar di Indonesia seperti Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei dan Hari Pancasila 1 Juni, termasuk HUT FIFA yang lahir 21 Mei 1904, red.), dengan dibatalkannya pelaksanaan Piala Dunia U-20 tersebut oleh FIFA menjadikan terkaget-kaget ketika pengumuman itu disampaikan secara resmi oleh FIFA beberapa jam lalu (24/12/2020).

Sedangkan beberapa hari sebelum itu Kemempora menegaskan persiapan tetap on the track, termasuk persiapan venue Piala Dunia U-20 2021 yang rencana dihelat pada enam (6) stadion di Indonesia. “Sepanjang tidak ada perubahan dari FIFA, seperti arahan Pak Menteri Zainudin Amali, show must go on, renovasi terus berjalan,” ungkap Gatot S Dewa Broto ketika itu, dimana enam stadion sebagai venua adalah Gelora Bung Karno (Persija Jakarta, Indonesia national team) Jakarta; Gelora Bung Tomo (Persebaya Surabaya), Surabaya, Jawa Timur; Si Jalak Harupat Stadium (Persib Bandung), Soreang, Bandung, Jawa Barat; Manahan Stadium (Persis Solo), Solo, Jawa Tengah; Gelora Sriwijaya Stadium (Sriwijaya FC), Palembang, Sumatera Selatan; Kapten I Wayan Dipta Stadium (Bali United), Blahbatuh, Gianyar, Bali. (Sis).