Daerah

Kepala Balitjetsro Batu Sambangi Kebun Jeruk Milenial Desa Ngantru

×

Kepala Balitjetsro Batu Sambangi Kebun Jeruk Milenial Desa Ngantru

Sebarkan artikel ini

 

Foto : Kepala Balitjestro Batu, Dr. Ir. Harwanto

Malang, Sekilasmedia.com – Setelah berhasil mengembangkan metode varietas baru pada tanaman buah jeruk jenis siam hantang dengan metode tekhnologi tanam Jeruk Tanpa Musim (Jertanmus), yang berhasil dikembangkan oleh kelompok Petani milenial asal Desa Ngantru Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang, yang merupakan salah satu sentra jeruk di wilayah Kabupaten Malang.

Kepala Balitjestro Batu, Dr Ir Harwanto saat melakukan kunjungan ke kebun jeruk Petani Milenial tersebut mengatakan bahwa dirinya berharap agar seluruh petani jeruk dalam negeri menerapkan teknologi ini.

“Karena dengan Bujangseta, atau nama lokalnya bagi petani Ngantang, yaitu, Jertanmus (Jeruk Tanpa Musim). Dimana jeruk ini, memiliki kualitas premium dengan biaya produksi cukup murah. Produksi jeruk nasional bertambah, karena panen bisa sepanjang tahun. Serta bisa menguntungkan petani jeruk berlipat ganda” terang Harwanto.

BACA JUGA :  Pemilu 2024 Mendatang, DPD Partai NasDem Gresik Optimis Targetkan 12 Kursi

Dikatakan Harwanto bahwa teknologi Bujangseta, Jertanmus secara bergulir akan diterapkan di seluruh wilayah Indonesia. Balitjestro Tlekung sendiri telah menyebar satu juta bibit bebas penyakit, yang bisa dilakukan penanaman dengan teknologi Bujangseta.

“Tentunya, nanti akan disebar ke semua sentra produksi jeruk dalam negeri. Untuk sementara Ngantang yang sudah menjalankan teknologi ini seluas 30 Hektare, harapanya Ngantang akan jadi maskotnya Jertanmus di wilayah Malang Barat, (Malabar),” harapnya.

Lebih lanjut menurut Kepala Balitjestro Batu bahwa produksi jeruk nasional saat ini hanya mencapai 2,2 juta ton. Dengan Bujangseta, produksi jeruk akan berlipat ganda, sehingga mampu mendukung kebutuhan pasar dalam negeri maupun luar negeri.

“Program pengembangan tanaman jeruk, akan diutamakan pada jenis keprok untuk substitusi impor dan kebutuhan pasar dalam negeri” imbuhnya.

BACA JUGA :  Pemkot Mojokerto Pastikan Layanan Publik Berjalan Normal Pasca Cuti Nataru

Lebih lanjut Harwanto mengatakan bahwa konsep Bujangseta adalah jeruk dapat berbuah sepanjang tahun (off season) dan menghasilkan buah bermutu premium yang seragam, citarasa sesuai pasar (manis dan asam), kulit buah mulus dengan harga memadai.

“Dengan teknologi Bujangseta, kualitas premium yang diinginkan pasar bisa terpenuhi. Stok juga akan melimpah, dengan masa panen bisa setiap saat, keuntungan dari petani akan meningkat karena mendapatkan harga bagus dengan masa panen yang dapat diatur” jelasnya.

Menurut Harwanto bahwa Bujangsetanisasi seperti yang dilakukan di Kecamatan Ngantang oleh salah satu petani milenial kita, bisa direplikasi di tempat lain.

“Pelaksanaannya mudah, karena tergantung kemauan petani dan dukungan dari pemerintah daerah setempat. Dalam mendukung teknologi Bujangseta, penataan kelembagaan menjadi bagian yang tidak dapat terpisahkan,” Pungkas Harwanto. (BAS)