
Kerinci, Sekilasmedia.com – Sungai Penuh KERINCI. Hari-hari ini sejumlah warga di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi banyak duka, banyak rumahnya yang terbakar habis di sejumlah wilayah tersebut, termasuk musibah kebakaran yang terjadi kemarin 4 Maret 2021 di Desa Muara Semerah Mudik, Kecamatan Air Hangat Barat. Musibah kebakaran di Desa Muara Semerah Mudik yang terjadi Kamis sekitar jam 01.30 dini hari, kali ini melahap tiga rumah sekaligus yaitu rumah milik Lisna, milik Mustapa Kamal, dan milik orangtua Mustapa Kamal, kejadian yang mengundang duka serta keprihatinan yang mendalam.
“Iya itu (salah satu yang terbakar) rumah (milik) Bapak Mustapa Kamal,” kesaksian yang diungkap salah satu warga, seraya menyebutkan tiga rumah tersebut terbakar habis, tak bisa dibayangkan duka yang mendalam lebih-lebih bagi para pemiliknya. Mustapa Kamal adalah orang-tua (ayah) dari Ilpin (ilpin) salah satu taruna yang diterima ikatan dinas kedinasan di PTDI – STTD (Politeknik Transportasi Darat Indonesia – Sekolah Tinggi Transportasi Darat, red.) Menteri Perhubungan yang berpusat di Bekasi. Salah satu calon ahli yang banyak dibutuhknan Indonesia, lebih-lebih Indonesia masih sangat kekurangan ahli spesialisasi transportasi. Kebutuhan tiap tahun puluhan ribu akan tetapi yang mampu disediakan tiap tahun hanya sekitar 3 ribuan.
Kebakaran di rumah Mustapa Kamal, di rumah ilpin, meskipun enam (6) unit pemadam kebakaran dari Kantor Satpol PP Dan Damkar telah dikerahkan berusaha memadamkan akan tetapi api telah bergerak lebih dulu dan lebih cepat melahap habis tiga rumah beserta seluruh isinya termasuk ada sepeda motor, laptop yang biasa dipakai ilpan dan lain-lain.
Saat itu Kapolres Kerinci AKBP Wahyu Agung Nugroho, yang didampingi Kapolsek Air Hangat AKP Titi Sari, mengungkapkan pihaknya akan berupaya melakukan penyelidikan lebih jauh termasuk dengan meminta Tim Labfor dari Palembang, Sumatera Selatan.
Tidak hanya Kapolres Kerinci beserta jajaran yang bergerak. Namun juga Forkopimda Kabupaten Kerinci pun bergerak, saling mengisi, saling bergantian. Tak terkecuali Wakil Bupati Ami Taher, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kerinci Linda Martiani, Camat Air Hangat Dafrisman, Kepala Desa Muara Semerah Mudik Vasihan Yama Putra, menyampaikan belasungkawa sangat mendalam atas musibah tersebut dan semoga diberikan kesabaran.
Wabup Kerinci Ami Taher mewakili Pemerintah Kabupaten Kerinci menyampaikan rasa belasungkawa dan prihatin atas musibah yang dialami warga.
“Kita kembalikan kepada Allah SWT, semoga ada hikmah di balik semua ini,” ungkap Ami Taher pria kelahiran Sungai Penuh 18 Agustus 1963 yang pernah bekerja di Pertamina Kilang Unit Pengolahan V Balikpapan (Kaltim) maupun di Pertamina pusat dan pernah menjadi anggota DPR RI dari Fraksi PKS ini.
Ami Taher bersama Kapolres Kerinci AKBP Agung Wahyu Nugroho dan Kepala Dinas Sosial pun menyerahkan bantuan sembako secara langsung kepada para korban, yang diantaranya juga diberikan melalui Vasihan Yama Putra Kepala Desa Muara Semerah Mudik disaksikan Ilpin sang Taruna PTDI STTD Angkatan 41 yang telah tingkat dua (kelas 2.4).
Pada hari lain, giliran Bupati Adirozal dan Dandim Letkol Inf Ikhsanudin yang menyampaikan bantuan.
Kebakaran tiga rumah yang begitu tragis. Lebih-lebih pada saat kebakaran tidak ada satupun orang dalam tiga rumah tersebut. Mustapa Kamal dan keluarga dalam posisi di Padang untuk kontrol berobat, sedangkan Lisna pada waktu kejadian berada di ladang. Tragis.
Hingga kini Mustapa Kamal yang dihubungi via seluler Siswahyu kemarin 7 Maret 2021 mengungkapkan bahwa dirinya belum melihat kondisi rumahnya, namun anak-anaknya sudah.
“Saya belum melihat kondisi rumah saya, Pak Siswahyu. Hanya anak-anak saya yang melihat,” ungkap Mustapa Kamal di tengah keprihatinan karena musibah kebakaran meskipun telah dikunjungi berbagai pihak termasuk Bupati, Wakil Bupati, Dandim, Kapolres, Asraf (Pj) Sekda Kabupaten Kerinci, Wakapolres Kerinci Kompol Lego Kardo Sitinjak, Kasatreskrim Kerinci Iptu Edi Mardi.
Warga masyarakat pun bahu membahu ikhtiar membantu para korban kebakaran.
“Walaupun kami, warga juga telah berusaha semaksimal mungkin membantu ketika kejadian maupun setelah kejadian tentu sifatnya kemampuan kami sangat terbatas meskipun agak bisa sedikit ikut meringankan beban karena kebakaran ini begitu tragis, semua habis terbakar, sehingga para korban sesungguhnya memerlukan perhatian dan bantuan lebih dari sebanyak mungkin pihak lebih-lebih soal tempat tinggalnya ke depan,” ungkap salah satu yang lain yang enggan disebutkan nama, yang memperkirakan kerugian sangat besar yang menghanguskan seluruh harta benda keluarga Mustapa Kamal, serta orang tua Mustapa Kamal tersebut.
Terpisah, dari ‘kampus’ PTDI-STTD Bekasi melalui Forum Komunikasi Orangtua (FKO PTDI STTD) ‘kebiasaan’ saling bantu dengan donasi seikhlasnya dimulai agak sedikit telat dikarenakan Bendahara FKO Nani Sri Lestari pada saat bersamaan sedang berduka-cita karena ibundanya Lusinah bin Dulmanan wafat dalam usia 75 tahun di Rumah Sakit Kebumen Provinsi Jawa Tengah.
Ada inisiatif dari pengurus FKO-Bali angkatan 41 (dulu Angkatan 41 ditempatkan kuliah satu tahun di kampus Poltrada Bali, red.) yaitu Ketua Pak Agung, Sekretaris Sofyan, dan Bendahara Darjito (kini sebagai Bendahara ‘ke-2’ FKO pusat Bekasi) yang lantas segera memberi ‘pengumuman’ donasi secara terbuka seikhlasnya dari pribadi-pribadi serta ada yang diambilkan dari kas kelas masing-masing. Solidaritas meskipun dengan segala keterbatasan. Solidaritas untuk rumah Mustapa Kamal, ayah Ilpin, yang terbakar habis.
Proses tersebut sedang terus berjalan, dimana meskipun untuk tiap angkatan ada sekitar 912 taruna dan taruni (912 orangtua), namun tidak jarang para orangtua yang kemampuannya sangat terbatas. Bahkan hingga kini masih banyak yang belum punya laptop, juga ada yang belum punya alat-alat tertentu pribadi yang diperlukan. Bahkan tak jarang yang belum bisa membayar iuran untuk kas kelas untuk tahun 2019-2020 dan 2020-2021, yang sekitar Rp.240 ribu per tahun per ortu. Harus ada saling memahami terhadap mereka yang pas kebetulan dalam kurang beruntung tersebut. Tidak bisa menggali bantuan hanya dari internal kalau dipaksakan.
Namun upaya untuk saling membantu terus berjalan meskipun tak jarang tertatih-tatih, begitupun program donasi terhadap keluarga Mustapa Kamal (ayah Ilpin) yang terkena musibah rumahnya terbakar habis.
“Semoga Pak Mustapa Kamal selalu dalam lindungan Allah SWT, dan mendapat pertolongan Allah SWT,” ungkap Siswahyu Kurniawan penulis buku Bung Karno Dan Pak, serta buku biografi Asmuni-Srimulat, yang kebetulan dipercaya menjadi Ketua Kelas 2.9 (dulu 1.4) PTDI – STTD dimana anak perempuannya Khansadinah Nahdah Wahyuda (Khansa/ Dinah) diterima masuk ikatan dinas kedinasan D4 PTDI STTD Menteri Perhubungan sejak tahun 2019.
Sebagai pengingat, Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD yang kini telah berubah menjadi PTDI – STTD, red.) merupakan perguruan tinggi kedinasan yang bernaung dibawah Kementerian Perhubungan, Dies Natalis tiap tanggal 5 Desember sejak tahun 1980, yang merupan tempat untuk mencetak Ahli Spesialisasi Bidang Transportasi. Banyak lulusannya yang juga telah mendapatkan berbagai beasiswa ke luar negeri termasuk ke Singapura, Australia, Swiss, Swedia dan banyak negara lainnya. Tak jarang pula yang kemudian ada yang setelah pensiun sukses menjadi pengusaha transportasi dan Konsultan Transportasi salah satunya Haris Muhammadun yang juga Ketua Umum Alumni STTD (PTDI STTD), Ikatan Keluarga Alumni Lalu Lintas (IKALL). Banyak yang ‘menguasai’ bidang transportasi/perhubungan laut, darat maupun udara.
Cikal bakal Politeknik Transportasi Darat Indonesia – Sekolah Tinggi Transportasi Darat tersebut bermula dari didirikannya Akademi Lalu Lintas (ALL) pada tanggal 8 September 1951 oleh Presiden RI Pertama Ir. H. Soekarno (Bung Karno). Dengan alasan tertentu pada tahun 1964, ALL tidak dioperasikan atau tidak melakukan kegiatan. Namun setelah sekian lama kemudian, ada keinginan mengaktifkan lagi dengan mempertimbangkan pertumbuhan lalu lintas, perkembangan teknologi transportasi jalan dan kompleksitas permasalahan lalu lintas. Pada tanggal 5 Desember 1980 pun, Akademi Lalu Lintas diaktifkan kembali dengan nama Balai Pendidikan dan Latihan Ahli Lalu Lintas Angkutan Jalan Raya (BPL-ALLAJR), akan tetapi penyebutannya masih disebut-sebut dengan nama Akademi Lalu Lintas. Ketika itu BPL-ALLAJR hanya menyelenggarakan program Diploma III Ahli LLAJR.
Lantas sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan kualifikasi ahli transportasi yang lebih tinggi serta perkembangan sistem pendidikan yang ada maka pada tanggal 10 Maret 2000, dengan Kepres No.41 Tahun 2000 status BPL-ALLAJR ditingkatkan menjadi Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD). Sekolah Tinggi ini menyelenggarakan satu (1) Program Diploma II, tiga (3) Program Diploma III dan satu (1) Program Diploma 4.
Sekadar catatan, banyak alumni STTD (kini PTDI STTD) yang telah memiliki jabatan penting dalam pemerintahan di ruang lingkup Kementerian Perhubungan maupun daerah. Untuk di Dinas Perhubungan Provinsi Jambi saat ini minimal ada dua nama pejabat penting yang lahir dari alumni STTD yaitu Darma, A.TD yang menjabat Sekretaris Dishub Provinsi Jambi dan Bambang Budiharjo, A.TD yang menjabat Kepala Bidang Pengembangan Jaringan Transportasi Dishub Provinsi Jambi.
Keluarga besar FKO PTDI STTD pun mengucapkan berbelasungkawa, berduka, atas musibah kebakaran yang menimpa rumah Mustapa Kamal ayah ilpan taruna PTDI STTD, begitupun ucapan belasungkawa dari masing-masing kelas Angkatan 41 PTDI STTD diantaranya disampaikan Siswahyu Kurniawan ayahanda Khansadinah Nahdah Wahyuda (Khansa/ Dinah taruni tingkat 2 PTDI STTD kelas 2.9).
“Kami ucapkan turut berbelasungkawa, semoga selalu dalam lindungan Allah SWT, semoga selalu mendapat pertolongan Allah SWT,” ucap Siswahyu Kurniawan yang juga penulis buku biografi sejumlah tokoh termasuk buku biografi Mardjito GA Ketua Puskud Jatim (mantan anggota DPD RI/ Komisaris Bank Bukopin, red.) yang diantaranya diberi pengantar oleh (almarhum) Mayjen TNI (Purn.) Basofi Sudirman mantan Gubernur Jatim. (Siswahyu).






