Gresik, Sekilasmedia.com – Anggota Fraksi Partai Golkar Gresik Hj. Komsatun, S.Sos menggelar acara bertajuk reses penyerapan aspirasi masyarakat DPRD Kabupaten Gresik masa persidangan I tahun 2021 untuk dapil V ( Balongpanggang – Benjeng) bertempat di Desa Dapet Kecamatan Balongpanggang, Minggu (4/4/2021).
Dalam reses kali ini, Hj. Komsatun mengatakan sesuai aspirasi yang disampaikan masyarakat terdapat 3 poin yang urgen, pertama terkait isu yang berkembang di wilayah Gresik Selatan, yakni masalah pupuk.
” Isu yang berkembang sekarang di masyarakat wilayah Gresik Selatan, terkait masalah pupuk sampai hari ini terdapat banyak kendala,” ungkapnya.
Semisal kemarin, pupuk sudah di tebus petani, karena ada bencana banjir maka perlu ketersediaan lagi. Padahal jatah dalam RDKK sudah tidak ada sehingga masyarakat mencari suplai pupuk.
Ternyata mereka mendapatkan harga pupuk subsidi yang mahal begitu juga dengan pupuk non subsidi menjadi lebih mahal. Namun karena butuh, maka harga sekian itu yang dipilih,ujar Komsatun.
Atas masalah tersebut, kembali anggota fraksi Partai Golkar dapil V berharap kepada pemkab Gresik agar bisa mengalokasikan anggaran sedikit di APBD guna menyuplai atau mencukupi kekurangan pupuk di tingkat petani.
Kedua, masalah jalan JPD ex kabupaten. Meski banyak yang sudah tersentuh tapi belum maksimal. Selain itu juga ada ruas jalan yang tidak tersentuh, sehingga masyarakat wilayah Gresik Selatan menagih janji Bupati Gus Yani sesuai visi misi Nawa Karsa, agar bisa diterapkan.
Ketiga, terkait pelayanan kependudukan di dispendukcapil Gresik. Dengan aplikasi yang sudah terintegrasi paling tidak ada skala prioritas pelayanan kependudukan terutama untuk keperluan mendesak.
Dari 3 masalah urgen tersebut ternyata masih ada beberapa hal yang disampaikan masyarakat terkait layanan publik. Yakni terkait masalah pola pembelajaran di masa pendemi covid 19 secara daring diganti dengan rencana pemerintah pusat pada bulan Juli tahun 2021 yang akan mengadakan pembelajaran tatap muka di lembaga pendidikan.
” Hal ini direspon masyarakat dengan menaruh harapan besar agar pola pembelajaran tatap muka secepatnya bisa terlaksana, meski dalam pelaksanaannya harus memperhatikan ketentuan pemerintah dalam masa pandemi covid,” kata Komsatun.
Selama menunggu perintah pemerintah pusat, pembelajaran daring masih tetap berlaku. Maka Dinas Kominfo harus memiliki terobosan, dengan membuat pilot project satu kecamatan untuk tempat khusus pembelajaran daring dengan pemberian fasilitas wifi kapasitas besar yang digunakan bagi murid-murid dari keluarga tidak mampu.
” Apabila berhasil maka bisa dibuka di tiap kecamatan di Gresik,” tukasnya.
Dan masukan masyarakat lainnya terkait tempat pembuangan sampah dan tata kelolanya di desa. Agar ada pembenahan dan alokasi anggaran melalui Dinas Lingkungan Hidup. Meskipun kita tahu, anggaran dari DLHÂ hanya sedikit. Apalagi kemarin ada recofusing sehingga penanganan TPS tidak berjalan secara optimal, bebernya.
Acara Reses yang diadakan di Desa Dapet tetap menerapkan protokol kesehatan covid 19. Yakni pakai masker, cuci tangan dengan sabun di air mengalir dan jaga jarak. (rud)