Daerah

Sekertaris BPPSDM Pertanian Apresiasi JIFSI Menjadi Percontohan Sistem Produksi Komunitas Holtikultura

×

Sekertaris BPPSDM Pertanian Apresiasi JIFSI Menjadi Percontohan Sistem Produksi Komunitas Holtikultura

Sebarkan artikel ini
Foto : Sekertaris BPPSDM Menteri Pertanian bersama Kepala BBPP Batu saat melakukan penanaman awal bibit pohon jeruk.

Malang, Sekilasmedia.com – Kementerian Pertanian terus mendorong pembangunan lumbung pangan berorientasi ekspor di wilayah Jawa Timur. Hal tersebut dimaksudkan sebagai langkah alternatif dalam meningkatkan kesejahteraan petani yang berada di daerah di desa dan di pinggiran hutan, sebagaimana disampaikan Menteri Pertanian Sahrul Yasin Limpo di berbagai kesempatan.

Kementerian Pertanian membuat program khusus dan dirancang berbasis kawasan dengan konsep pertanian modern yang didukung oleh inovasi teknologi dan kelembagaan sarana-prasarana produksi, permodalan, serta pengolahan dan pemasaran hasil pertanian melalui pemberdayaan kelompok tani dan kemitraan dengan swasta.

Kabupaten Malang, kususnya wilayah Malang bagian Barat (Malabar), dimana salah satu desa yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Blitar. Kecamatan Ngantang salah satunya, memiliki potensi menjadi daerah pengekspor dan mempunyai hasil hortikultura yang sangat luar biasa yakni buah jeruk.

Permasalahannya potensi tersebut belum dimanfaatkan secara tepat dan optimal. Budidaya petani perlu terus didorong dan ditingkatkan melalui optimalisasi lahan, bukaan lahan baru, dan pengadaan alat mesin pertanian.

BACA JUGA :  Pastikan Keamanan dan Ketertiban Menjelang Pemilu 2024, Polres Blitar Gencarkan Patroli Operasi Mantab Brata

KA BPPSDM Pertanian Prof. Dedy Nursyamsy melalui Sekretaris BPPSDM Pertanian Dr Ir Siti Munifah M. Si menyatakan Jeruk Tanpa Musim melalui Jertanmus Integrated Farming System Indonesia (JIFSI) Kecamatan Ngantang menjadi percontohan sistem produksi komoditas Hortikultura seluas 50 ha di Desa Ngantru Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang, di tahun 2020, Senin (26/04).

“Inovasi teknologi yang diintroduksikan adalah penggunaan, manajemen System Integrasi, di mana pemberian Nutrusi berupa pupuk organik, tata air, pengapuran, pemupukan organik dan anorganik, serta pengendalian hama penyakit,” kata Munifah.

Menurut Munifah bahwa melalui keterlibatan peneliti dan pendampingan BBPP BATU, BBPP KETINDAN dan Balitjestro BATU yang bekerja tidak hanya sekedar memberikan rekomendasi tetapi juga hadir dalam pengawalan tentang tata cara budi daya jeruk dan membantu memberikan solusi setiap masalah yg dihadapi petani pemula.

“Hasilnya sangat membanggakan, petani bisa panen dua minggu sekali dan berlanjut sampai saat ini. Hasil Jeruk yang dilakukan oleh JIFSI dan Petani Milenial Kecamatan Ngantan menunjukkan bahwa varietas Siam Madu dan RGL serta Lemon California memberikan hasil maksimal masing-masing sebesar 2 ton per minggu perhektare atau 8 ton perbulan per satu Hektare” terangnya.

BACA JUGA :  Lilik Hidayati : Bersifat Multidimensi Dan Multisektoral, Masalah Kemiskinan harus ditangani bersama  

Keberhasilan penanaman jeruk tersebut, menurutnya semakin meningkatkan semangat petani dari tiga desa, yakni Desa Ngantru, Desa Pegersari dan Desa Sidodadi untuk melakukan usahatani jeruk.

“Antusiasme petani tersebut juga ditunjukkan dengan pemasaran hasil panen (jeruk) dalam bentuk kemasan berlabel. Para petani berkeyakinan bahwa inovasi teknologi mampu membantu keberhasilan mereka dalam budidaya jeruk di lereng Gunung Kawi” tegasnya.

Munifah berharap sebagaimana diketahui budidaya jeruk merupakan bukan hal baru bagi petani setempat. Pendampingan inovasi teknologi dan kegiatan petani BPPSDM pertanian harus tetap dilakukan secara bersama-sama mendukung capaian lumbung Pangan di wilayah perbukitan.

Manfaat pendampingan dirasakan sendiri oleh salah satu petani sekaligus pemilik saham JIFSI, Heru yang juga warga Desa Ngantru, Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang, bahwa dirinya mengapresiasi terkait pendampingan BPPSDM Pertanian tentang budidaya buah jeruk.

“Kehadiran BPPSDM Pertanian di Kecamatan Ngantang sangat berarti untuk kami. Di sini kita dapat pelajaran banyak mulai dari penanganan Bibit, menanam, memanen manual sampai pengolahan dan pemasaran” kat Heru. (BAS)