
Tulungagung, Sekilasmedia.com –Pembangunan infrastruktur di Desa Pojok terus berjalan. Pembangunan selain dilakukan Dusun secang, juga dilakukan di Dusun Gedangsewu, khususnya pembangunan jalan.
Pembangunan salah satunya yang dilakukan di Desa Pojok, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung. Merupakan jalan usaha tani yang berada di Dusun Gedangsewu, yang sebelumnya kondisinya rusak parah.
“Pelaksanaan pembangunan ini dengan memanfaatkan dana desa (DD). Pembangunan ruas jalan usaha tani ini cukup penting mengingat jalan ini merupakan akses perekonomian dan pertanian warga sekitar”, Terang Sapani S. Pd, selaku kepala desa (PJ) Pojok saat di konfirmasi Wartawan SekilasMedia. Com. Selasa (13/7/2021).
Pembangunan jalan tersebut terang saja disambut gembira warga. Salah satu tokoh masyarakat Desa Pojok, Ngateman (55), menyambut baik pembangunan jalan tersebut, Menurut dia, selama ini warga harus menempuh jarak yang rusak dan sulit untuk menjual hasil panen, dengan adanya pembangunan jalan ini, warga tak perlu memutar sehingga jarak tempuh semakin dekat dan tidak butuh waktu lama untuk menjual hasil tani.
“Tentu saja kami sangat gembira jalan ini dibangun oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Pojok. Ini merupakan bentuk perhatian bagi para petani karena jalan ini sangat penting dan sudah lama rusak,” ungkapnya.
Pihaknya berharap, dengan dibangunnya jalan usaha tani ini, akses perekonomian masyarakat desa semakin mudah dan bisa membawa kemajuan perekonomian desa.
Selanjutnya Kades (PJ) Pojok, Sapani S. Pd membenarkan, selama ini akses jalan yang rusak menjadi kendala dan turut andil terhadap tingginya biaya produksi pertanian.
Vitalnya kebutuhan akses jalan ini kemudian ditindaklanjuti dengan pembangunan, memanfaatkan DD tahun 2021. Tujuannya yakni ketersediaan infrastruktur jalan, terutama membuka jalan usaha tani yang menjadi prioritas utama.
“Dari 3.000 kepala keluarga yang ada di Dusun Gedangsewu sebagian besar menggantungkan hidupnya di sektor pertanian, sehingga kebutuhan akses jalan usaha tani menjadi perioritas,” jelas Sapani.
Terkait rencana pembangunan jalan usaha tani ini, menurut Sapani merupakan wacana yang sudah lama. Namun baru kali ini rencana tersebut bisa terealisasi. Jalan tersebut dibangun sepanjang 500 meter dengan lebar tiga meter. Untuk pembangunan jalan ini setidaknya membutuhkan anggaran sekitar Rp 150 juta dari alokasi DD 2021. (Miswan)






