
Jembrana, Sekilasmedia.com
Para petani di Bumi Mekepung memberikan jempol dua kepada bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umun dan Penataan Ruang, (D-PUPR) Kabupaten Jembrana, yang tahun ini telah membangun sejumlah jaringan irigasi di wilayahnya, menuju swasembada yang berkelanjutan.
Diantara yang memberikan respon baik adalah petani asal Desa Pulukan, Kacamatan Pekutatan, bernama Wawan (42), dia mengaku sangat senang karena lahan pertanian di wilayahnya masih diperhatikan oleh pemerintah. Melakukan pembangunan saluran skunder daerah irigasi Pangkung Medahan dua dengan wilayah irigasinya satu Subak, yang rampung hanya dalam tiga bulan di kerjakan.
“Saluran irigasi hasil pembangunan ini akan kami manfaatkan dengan sebaik baiknya untuk mengaliri air ke persawahan petani.” katanya.
Juga ikut menimpali, Komang Nirta Liada (38) melalui upaya pemerintah dalam pengembangan jaringan irigasi, semoga realisasi mengairi persawahan petani di subak pulukan selalu teratasi.
“Semoga dengan pengaturan air melalui saluran irigasi nantinya, hasil petanian kami akan jauh lebih meningkat,” ungkapnya.
Sementara itu, Perbekel (Kades) Pulukan Wayan Armawa menyatakan, selain meningkatkan produksi pangan hasil petani, manfaat dari pembangunan irigasi ini juga bisa dirasakan oleh masyarakat setempat khususnya mereka yang ingin melakukan aktivitas mandi, mencuci dan lainnya.
“Saya mewakli warga petani di Pulukan mengucapkan terimakasih atas perhatian pemerintah telah memberikan sarana pengairan berupa jaringan irigasi,” ucapnya.
Terpisah, Kabid SDA D-PUPR Jembrana I Wayan Widyana diminta konfirmasinya Kamis (19/8) menjelaskan, bila pembangunan jaringan irigasi di wilayah Jembrana, tak lain untuk memberikan saluran air secara adil dan merata ke pelaku pertanian. Tentunya dalam menciptakan kesejahteraan menuju usaha tani ke arah hasil.
“Jika pengelolaan air melalui jaringan irigasi nantinya benar, maka potensi hasil pertanian akan jauh lebih berhasil,” jelasnya.
Lebih lanjut. setelah dibagunkannya sejumlah jaringan irigasi melalui program pemerintah pusat dapat dirawat, dijaga dan dimanfaatkan dengan baik dan benar. Demikian pula diminta, para petani untuk tidak mudah terpancing mengalih pungsikan lahan sawahnya.
Ditambahkan, bila terkait pekerjaan irigasi yang di subak Pukukan tersebut sumber dananya dari DAK tahun anggaran 2021. Dimana untuk pagunya Rp 788 juta, dimenangkan oleh penawaran terendah CV. Kokak Srigathi Rp.522,7 juta, dan sisa dananya akan dikembalikan ke khas pemerintah.
“Kami berharap, program pemerintah yang sudah terealisasi di bawah betul betul bisa dimanfaatkan agar berguna bagi kepentingan masyarakat banyak khususnya para petani,” tutupnya. (Soni).





