BABAT TOMAN, MUBA, Sekilasmedia.com-
Koperasi Unit Desa (KUD) Sejahtera yang berlokasi di Kelurahan Babat, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), resmi ditetapkan oleh Kementerian Koperasi Republik Indonesia sebagai role model nasional hilirisasi kelapa sawit berbasis koperasi. Saptu ( 23/05/2026)
Penetapan tersebut menjadi pencapaian bersejarah karena KUD Sejahtera menjadi satu-satunya koperasi di Indonesia yang dipilih sebagai contoh keberhasilan pengembangan ekonomi berkelanjutan berbasis anggota, mulai dari sektor hulu hingga hilir industri sawit.
“Untuk memastikan sekaligus mendokumentasikan keberhasilan tersebut, Tim Deputi Bidang Pemberdayaan Usaha Koperasi Kemenkop RI bersama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) melakukan kunjungan kerja selama tiga hari, mulai 20 hingga 22 Mei 2026, di Kabupaten Musi Banyuasin.
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Deputi Bidang Pemberdayaan Usaha Koperasi Kemenkop RI, Panel Barus, SE., ME., didampingi Sekretaris Deputi Bidang Pemberdayaan Koperasi, Gendo Seragi, SE., M.Si., beserta jajaran staf kementerian dan LPDB, termasuk Okky Nugraha Ferizal selaku Pengadministrasi Umum LPDB Kementerian Koperasi RI.
Rombongan disambut langsung oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Muba, Zulkarnain, S.P., Ketua Umum KUD Sejahtera Drs. Thamrin, M.Si., beserta jajaran pengurus dan Camat Babat Toman.
Selama berada di lokasi, tim kementerian melakukan wawancara dengan pengurus, karyawan, hingga anggota koperasi, sekaligus meninjau langsung pabrik Crude Palm Oil (CPO) milik KUD Sejahtera.
“Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari penyusunan video profil resmi koperasi yang akan dipromosikan secara nasional.
Deputi Bidang Pemberdayaan Usaha Koperasi Kemenkop RI, Panel Barus, mengaku terkesan dengan perkembangan KUD Sejahtera yang dinilai mampu mengelola usaha sawit secara terintegrasi dari hulu hingga hilir.
“Saya hampir tidak percaya ternyata ada koperasi yang bisa seperti ini
.
Luar biasa. Dari hulu ke hilir cita-citanya sangat jelas. Banyak tantangan, tetapi dengan tekad kuat dari Ketua KUD Sejahtera, tantangan itu bisa diatasi bersama anggota. Saya melihat kepemimpinannya amanah sehingga dipercaya seluruh anggota,” ujar Panel Barus.
Ia juga menilai sistem pengelolaan KUD Sejahtera sudah setara dengan perusahaan-perusahaan sawit besar di Indonesia.
“Mulai dari pembibitan, pengelolaan kebun, hingga pabrik CPO sudah berjalan sangat baik. Apa yang dilakukan KUD Sejahtera sudah 11-12 dengan perusahaan sawit besar. Harapan kami, KUD Sejahtera bisa menjadi sekolah bagi koperasi-koperasi sawit di Indonesia,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin turut memberikan apresiasi tinggi atas pengakuan dari pemerintah pusat tersebut. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Muba, Zulkarnain, S.P., mengatakan keberadaan pabrik CPO milik koperasi memberikan dampak ekonomi besar bagi masyarakat sekitar, terutama dalam pengembangan UMKM dan penyerapan tenaga kerja.
“Dengan berdirinya pabrik CPO ini, tentu banyak efek ekonomi yang tumbuh di Kecamatan Babat Toman. UMKM berkembang dan kebutuhan tenaga kerja meningkat, khususnya bagi masyarakat sekitar.
Harapan kami, setiap kecamatan di Musi Banyuasin nantinya memiliki koperasi yang mampu berkembang seperti KUD Sejahtera sehingga mampu membantu menurunkan angka kemiskinan secara merata,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Umum KUD Sejahtera, Drs. Thamrin, M.Si., menjelaskan bahwa koperasi saat ini memiliki beberapa unit usaha utama yang terus berkembang, mulai dari pembibitan, budidaya kelapa sawit, waserda, hingga pengelolaan pabrik CPO sebagai bagian dari hilirisasi produk.
“Awalnya usaha kami hanya pembibitan, budidaya kelapa sawit, dan waserda. Sekarang berkembang ke pabrik sebagai bagian dari hilirisasi produk CPO. Pembibitan juga tetap eksis dan terus dikembangkan,” jelas Thamrin.
Keberhasilan KUD Sejahtera dinilai menjadi bukti nyata bahwa koperasi Indonesia mampu berkembang secara profesional dan modern, bahkan bersaing dengan perusahaan besar. Sinergi antara pengurus koperasi, dukungan pemerintah daerah, dan perhatian pemerintah pusat menjadi modal penting dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis hilirisasi industri sawit.
Kini, KUD Sejahtera tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Musi Banyuasin, tetapi juga mulai dipandang sebagai simbol kebangkitan koperasi modern Indonesia yang mampu menjadi pilar ketahanan ekonomi nasional. ( ren)






