
Gresik, Sekilasmedia.com – Sejak tahun 2020, program Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementrian Pendidikan bagi rehabilitasi dan renovasi sarana prasarana lembaga pendidikan untuk Sekolah Dasar Negeri (SDN) maupun Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN), ditiadakan namun pelaksanaannya dialihkan ke Kementrian Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) melalui Dirjen Ciptakarya.
Demikian, disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik S. Hariyanto melalui Kepala Bidang Manajemen Pendidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik Muhamad Arifin pada Selasa (10/9/2021), di kantor Dispendik Gresik.
” Pelaksanaan langsung ditangani oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jatim Satker Pelaksanaan Prasarana Permukiman wilayah I Jatim di Surabaya. Proyek DAK yang saat ini sedang dikerjakan, anggarannya berasal dari ABPN. Sedangkan mulai persiapan, perencanaan sampai tender dari propinsi semua. “Ungkapnya.
Untuk DAK 2021, lembaga SDN untuk Kabupaten Gresik yang mendapat Hibah prasarana terdapat 10 lembaga dan satu lembaga SD dari Kabupaten Blitar dengan total anggaran berkisar Rp. 15 miliar lebih.
” Anggaran proyek rehabilitasi dan renovasi sarpras sekolah ini, untuk tiap lembaga bervariasi tergantung tingkat kerusakannya. Kita tahu karena diawal proyek, ikut turun ke bawah mendampingi konsultan proyeknya sekitar bulan Mei 2021 yang lalu. Kami yang mendapat hibah ini, juga akan melakukan pengawasan,” timpal dia.
Kembali, M. Arifin menyebutkan untuk kesepuluh lembaga tersebut diantaranya SDN Tanahlandean, SDN Balongmojo, SDN Tirem, SDN Balong Tunjung, SDN Bulang Kulon, SDN Sukoanyar, SDN Tiremenggal, SDN Karangandong, SDN Kesamben Kulon dan SDN Kalirejo.
Selain itu, Kabid Manajemen Pendidikan pada Dispendik Gresik menambahkan bahwa selain DAK 2021 yang dikerjakan oleh DPUTR Propinsi untuk lembaga SDN, Dispendik Gresik juga mendapat hibah DAK 2021 untuk 8 lembaga SDN namun dengan nilai proyek yang kecil, dengan nilai total anggaran proyek sekitar Rp. 1 miliar lebih. Spot pengerjaannya untuk rehab seperti kamar mandi dan perpustakaan,saat ini juga tahap pengerjaan, tanpa tender atau biasa disebut PL.
Kemudian DAK 2021, lembaga SMPN juga mendapat hibah bagi 12 lembaga, sama seperti 10 lembaga SDN di mana spot rehab dan renovasinya. Namun ini lagi proses tender juga, dengan total anggaran ABPN sebesar Rp 18 miliar.
” Sudah kami ajukan ke DPUTR Gresik, BLP dan mengandeng Inspektorat. Jadi semua prosesnya, dilakukan oleh Kabupaten Gresik. Insyaallah kalau tender rampung sekitar pertengahan bulan September mulai pengerjaan,” pungkas Arifin. (rud)





