Mojokerto

Tuntutan Warga Desa Sadartengah Kepada BBWS terkait normalisasi kali Brantas

×

Tuntutan Warga Desa Sadartengah Kepada BBWS terkait normalisasi kali Brantas

Sebarkan artikel ini

Mojokerto, sekilasmedia.com – warga Desa Sadartengah keluhkan Amdal soal proyek normalisasi Kali Brantas. Untuk menindaklanjuti keluhan warga diadakan rapat internal Komisi III DPRD Kabupaten Mojokerto, Kamis (16/9/2021).

Rapat koordinasi terkait dampak pembangunan proyek jalur ganda kereta api Mojokerto – Surabaya dan pembangunan Sungai Sadar di Wilayah Kecamatan Mojoanyar.

Dalam rapat ini dilakukan sesi hearing yang dilakukan kepala desa Sadartengah untuk menyampaikan keluhan warganya terkait proyek normalisasi Kali sadar yang dikerjakan oleh BBWS dan PT. KAI dengan kontraktor pelaksana PT. Modern Surya Jaya.

Kepala desa Sadartengah Sholikan Arif selaku perwakilan dari warga dusun Sadar menjelaskan keluhan warga mengenai jalan yang rusak dan berdebu akibat aktivitas normalisasi Kali Sadar.

BACA JUGA :  PT. JMI BUANG LIMBAH B3 NGAWUR, Ditemui Tercecer Disetiap TitikKampung, TIM KLH TURUN GUNUNG

“Pihak proyek tidak melaksanakan Amdal secara serius sehinga banyak kekurangan yang perlu dibenahi sehinga muncul debu dan jalan rusak sehingga warga menjadi komplain” jelas Arif

Sehinga oleh warga Dusun Sadar ambil tindakan tegas penutupan jalan selama 3 hari, dan dibuka kembali kalau sudah disiram.

“Kita tidak mempersulit mengingat proyek kali sadar ini juga untuk kepentingan masyarakat untuk menanggulangi banjir” sambungnya.

Sebelumnya warga serta kepala Desa sudah himbau tentang hal yang terjadi namun karena tidak ada tindakan sehingga muncul tindaka tersebut.

“Nanti kami juga buat kesepakatan soal jalan rusak dan drainase yang jebol sama pihak proyek” ungkap Arif kepada wartawan.

Dari pihak proyek normalisasi Kali Sadar sendiri nantinya akan berkomunikasi dengan pihak desa sadar tengah untuk menemukan solusi dari keluhan warga.

BACA JUGA :  AAOCI Mojokerto Deklarasi di Halaman Sunrise Mall

“Mengupayakan dan meminimalkan debu yang berada dijalur yang kami lewati” ungkap salah satu pihak dari BBWS.

Pihak dari proyek akan mengupayakan menyelesaikan keluhan warga sehinga tidak timbul miskomunikasi lagi.

“Untuk permasalahan debu sudah kami siram secara berkala namun karena musim kemarau sehingga cepat kering, nanti akan kami komunikasikan lagi” tutupnya.

Mohammad Santoso Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto mengatakan, proyek normalisasi Sungai Sadar memang sudah diusulkan sejak tahun 2016 dan akan direalisasi dari hulu hingga ke hilir.

“Kalau ada masalah-masalah kecil, selesaikan masalah dengan pihak kontraktornya atau pelaksananya. Ini mungkin hanya kesalahpahaman saja ya, kurang komunikasi antara pelaksana dengan penduduk di sekitar sehingga muncul beberapa tuntutan yang harus direalisasikan,” tandasnya. (Rik)