
JAKARTA,Sekilasmedia.com Heboh, hasil Survei Indostrategic, menempatkan KH Marzuki Mustamar sebagai yang paling dikehendaki publik untuk menjadi Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pusat, menjelang Muktamar NU yang akan dilaksanakan di Lampung (Sumatera) pada tanggal 23 – 25 Desember 2021 yang diantaranya bertepatan dengan Hari Natal. Dalam survei tersebut Marzuki Mustamar memperoleh angka tertinggi sebagai peraih urutan ke-1 (24,7%), disusul KH Hasan Mutawakkil Alallah ketua MUI Jatim pada urutan ke-2 (22,2%), lalu KH Said Aqil Siradj incumbent Ketum PBNU urutan ke-3 (14,8%), disusul KH Bahaudin Nursalim / Gus Baha urutan ke-4 (12,4%), kemudian KH Yahya Cholil Staquf khatib Aam PBNU yang kakak kandung Menag Yaqut Cholil Qoumas pada urutan ke-5 (3,7%).
KH Marzuki Mustamar kelahiran 22 September 1966, yang kurang lebih ‘sepantaran’ dengan salah satu tokoh Jawa Timur Gus Haji Mas Sulthon (Gus Ton), yang masih memegang posisi sebagai Ketua PWNU Jatim ini dikenal sebagai figur yang tawadhu’ kepada Sang Ibundanya Hj Nyai Zainab (yang telah wafat beberapa waktu lalu) dan dikenal bersahaja, low profile, sederhana, totalitas pengabdian untuk NU.
Sehingga Pimpinan Pondok Pesantren Sabiilul Rosyad, Gasek, Malang, Jatim itu meskipun diunggulkan dalam survei namun tetap low profile bahkan menyatakan siap ditempatkan dimanapun dalam struktur NU. Ibaratnya di tingkatan yang lebih rendah dari posisinya sekarang pun tidak masalah.
Marzuki Mustamar pun siap jika dikehendaki, juga siap kalau misal masyayikh meminta dirinya hanya menjadi ketua ranting, atau jadi ketua TPQ, atau misal bahkan hanya diminta mengajar di pondok saja sekalipun.
“Saya sebagai kader NU senantiasa siap kalau memang itu diinginkan masyayikh,” ungkap Marzuki Mustamar yang pendidikan non-formalnya pernah ditempuh di sejumlah ponpes dan kyai, termasuj KH A Masduqi Machfudz ulama Kota Malang, Jatim. Pendapat Anda? Sms atau WA kesini= 081216271926. (Siswahyu).





