
Mojokerto,Sekilasmedia.com– satu-satunya daerah level 1 yang menjadi percontohan penerapan new normal (tatanan kehidupan baru) di Jawa-Bali. Hal ini, diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Panjaitan, pada saat rapat koordinasi beberapa waktu lalu. Oleh karenanya, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari bersama Forkopimda bersilaturahmi ke Kota Blitar, tadi malam, Kamis (7/10/2021).
Pada forum silaturahmi bersama Forkopimda, Wali Kota Blitar Santoso mengatakan bahwa berdasarkan hasil evaluasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Kota Blitar satu-satunya daerah di Jawa Bali yang telah memenuhi delapan indikator untuk menerapkan PPKM Level 1 New Normal.
“Bagaimana kedepannya masyarakat Kota Blitar membiasakan untuk hidup di tengah Covid-19. Bukan lagi tantangan, tetapi menjadi bagian dari kehidupan yang harus dijalani. Dengan sinergitas bersama Forkopimda, Danramil, Bhabinkamtibmas, masyarakat wajib menjalankan protokol kesehatan 5M, tidak keluar rumah apabila tidak perlu,” jelas Wali Kota Blitar, Santoso.
Berdasarkan evaluasi, Kota Blitar telah memenuhi standar indikator World Health Organization (WHO). Adapun delapan indikator itu di antaranya, indikator tingkat transmisi yang meliputi kasus konfirmasi, perawatan rumah sakit serta jumlah kematian. Kemudian indikator kapasitas respon yang meliputi testing, tracing dan testing. Dan indikator tambahan, meliputi capaian vaksinasi Covid-19 dosis satu keseluruhan serta vaksinasi lansia.
“Kami menyiapkan rumah sakit untuk perawatan Covid-19, rumah sakit rujukan dan rumah sakit extention Covid19. Selain itu, masing-masing OPD (organisasi perangkat daerah) memiliki mitra kerja pembinaan dalam membentuk tim monitoring prokes sekaligus memberikan reward dan punishment atas pelaksanaan prokes. Kami juga menjemput bola apabila ada warga yang belum melaksanakan vaksinasi,” ungkapnya.(wo/adv)





