
Gresik, Sekilasmedia.com – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gresik Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani atau akrab disapa Bu Nurul mendampingi Team penilai dari TP PKK Propinsi Jawa Timur yang melakukan visitasi atau tinjau lapangan lomba pilot project PHBS di Desa Kedung Sumber Kecamatan Balongpanggang pada Selasa (30/11/2021).
Pada acara ini dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Gresik Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani, Sekretaris TP PKK Propinsi Jatim beserta rombongan, TP PKK Kecamatan Balongpanggang, TP PKK Desa Kedung Sumber, Muspika Balongpanggang, dan Kepala Desa Kedung Sumber.
Diketahui, pilot project dalam percepatan penanganan Stunting, KIA dan PHBS di masa Covid-19 adalah program unggulan bidang kesehatan TP PKK Pusat. Termasuk beberapa pilot lainnya terkait lingkungan dan perencanaan sehat untuk keluarga berkualitas yang terintegrasi dalam Gerakan PKK Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana tahun 2021-2024.
Pilot project ini bertujuan untuk menggerakkan dan mengedukasi masyarakat dalam mewujudkan keluarga Indonesia yang sehat dengan kualitas lingkungan yang baik dan perencanaan berkualitas.
Dan TP PKK Pusat mengajak kader-kader PKK di tingkat daerah membentuk pilot poject di desa atau kelurahan dalam percepatan penanganan stunting, peduli KIA dan PHBS.
Sementara itu, bertempat di balai Desa Kedungsumber, TP PKK Propinsi Jatim diwakili Ketua Pokja 3, Roatin mengungkapkan kegiatan ini dalam rangka visitasi atau tinjau lapangan sekaligus verifikasi terkait kesiapan TP PKK Desa Kedung Sumber sebagai pilot project dalam penanganan PHBS kali ini di Kabupaten Gresik.
” Kami dari TP PKK Propinsi Jatim terdiri dari pokja 1 ,2 3 dan 4. Semua turun bareng, meski ini ranah pokja 4. Agar pilot project ini berhasil, dan ini merupakan program TP PKK pusat. Dan bagi yang terbaik akan dikirim ke pusat,” ujarnya.
Lebih lanjut Roatin mengungkapkan dengan menjadi pilot project peduli hidup sehat dan bersih nantinya semua elemen tanggap dengan kesehatannya dan kalau ada sesuatu ditanggulangi di lingkup keluarga dulu secara konsisten. Alhasil desa atau kampung tersebut seiring dengan waktu akan menuju keluarga sehat tanggap dan tangguh bencana.
” Yang menjadi, penilaian terhadap PHBS banyak, diantaranya lingkungan sehat, lingkungan persampahan dan lingkungan air. Jadi kalau airnya sehat, lingkungannya sehat, insya allah semua akan lebih baik dan lebih sejahtera,”pungkasnya.
Pada kesempatan ini, Ketua TP PKK Kabupaten Gresik Bu Nurul yang ikut hadir dan mendampingi Tim dari TP PKK propinsi mengatakan sebelum ada proses verifikasi hari ini, kemarin TP PKK Kabupaten bersama kecamatan dan desa telah melakukan survei.
” Jadi semua sudah ditata mulai sekretaris baik administrasinya maupun di lapangan. Sudah siap semua, seperti bank sampah,” terang Bu Nurul.
Info awal, hari ini bukan proses verifikasi cuman tinjau lapangan saja, ternyata verifikasi mendadak.
Disampaikannya, ini adalah program pilot project PHBS pusat. Jadi outputnya, PHBS tidak hanya dalam bentuk program TP PKK saja namun bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti yang disampaikan Sekretaris TP PKK Propinsi.
” Kegiatan ini adalah upaya yang di kemas dalam acara lomba, yang nantinya output ke depan bagi desa terpilih bisa diamalkan sehari -hari. Dalam PHBS sendiri terdapat 10 indikator, mulai memberi bayi asi sampai makan sehat, olahraga dan sebagainya,” tandas dia.
Ternyata terdapat 9 kabupaten di Jawa Timur yang dipilih menjadi pilot project program TP PKK Pusat, dengan topik berbeda seperti PHBS, masalah stunting dan KIA. Kebetulan Kabupaten Gresik ambil PHBS.
Sedangkan di Kabupaten Gresik sendiri, kata Bu Nurul ada 6 sampai 10 desa yang masuk nominasi pilot project ini, akibat keterbatasan waktu. Akhirnya diambil satu pilot project yakni Desa Kedung Sumber.
” Dan kami optimis sekali bisa masuk mewakili Propinsi Jawa Timur, karena ada 9 kabupaten,” tegasnya.
Diakhir wawancaranya, kembali Ketua TP PKK Gresik berpesan kepada teman-teman Desa Kedung Sumber sebagai desa yang ditunjuk ikut lomba untuk bersama-sama all out mensukseskan upaya yang kita laksanakan bisa menghasilkan yang terbaik.
Ke depan, tidak semata-mata hanya untuk lomba ini saja, yang terpenting bisa diamalkan sehari -hari oleh masyarakat dalam mewujudkan Gresik yang sehat dan lebih berkualitas. (rud)





