
Denpasar,Sekilasmedia.com -Dalam rangka siaga listrik jelang G-20 Indonesia 2020, di Denpasar, Menteri BUMN Erick Thohir secara gamblang, Bali sudah terlalu tua sebagai daerah pariwisata, karenanya bila tidak ada improvement maka pulau seribu pura ini bisa tertinggal dari negara-negara lain di Asia Tenggara.
Untuk itu ada dua hal besar yang di bagun pemerintah di Bali. Untuk membantu Bali mempunyai pariwisata baru. Pertama Cruise Centre di Benoa. Kemudian kedua karena kedatangan pariwisata sangat ditentukan oleh faktor kapasitas kesehatan.
“Kita meluncurkan yang namanya kawasan ekonomi kesehatan di Bali. Karena Bali sudah terlalu tua untuk pariwisata,” kata Erick Thohir, Senin (27/12) di Bali.
Oleh karena. dengan dibangunnya kawasan ekonomi Kesehatan Khusus, Bali Internasional Hospital ini. Maka, sekaligus mengantisiapsi kebutuhan G20. Di mana alat yang digunakan nantinya sangat canggih. Bahkan kawasan ini juga akan didesain menjadi kawasan yang melebihi kawasan pariwisata.
“Kalau Bali bisa jadi center internasional untuk kesehatan bukan hanya menaikan kelas Bali tapi Indonesia,” ujar Erick Thohir.
Pada kunjungan kerjanya, Erick Thohir juga menanggapi serius soal rencana penghapusan bahan bakar premium dan pertalite. Dikatakan, banyaknya masukan dari sejumlah kalangan yang meminta pemerintah agar mempertimbangkan efek domino dari kebijakan tersebut.
“Saya sepakat mendengarkan masukan dari sana sini, tapi yang pasti khan ada peraturan dunia Ron di bawah 90 tidak boleh lagi,” ungkap Erick Thohir.
Menurutnya Indonesia kini konsen terhadap isu lingkungan dan program langit biru. Sehingga beberapa jenis bahan bakar tidak boleh digunakan lagi. Meski tidak hanya Indonesia dan masih ada satu dua negara yang masih bertahan pakai (Ron di bawah 90). Tetapi tidak mungkin jika Indonesia tidak sampai menjadi bagian dari komunitas dunia.
“Pastinya tidak mungkin. Kini kita masih menghitung dampak dari kebijakan. Tentunya agar tidak menimbulkan kepanikan atau membebankan masyarakat. Untuk penghapusan masih kita perhitungkan,” tutup Erick Thohir. Sony.





