
Gresik, Sekilasmedia.com – Saat pandemi yang hingga kini belum berakhir, ada sejumlah kalangan warga masyarakat yang paling terdampak, selain tanpa suami, harus mencukupi diri dan anak.
Kelompok ini yang kita latih dan berdayakan dengan pelatihan dan modal, serta pendampingan yang berjenjang, demikian diungkap Kepala YDSF Gresik, Aries Munandar, usai memberikan pelatihan kepada bunda yatim di Balai Desa Pangkah Wetan, Rabu (14/12/2021).
” Kami hadir untuk memberikan penguatan, pelatihan dalam menggeluti bisnis kecil-kecilan serta modal bergulir. Pendampingan kami berkelanjutan dalam mengelola usaha, bukan habis pelatihan terus dibiarkan, ” jelas, Aries.
Lebih lanjut dikatakan, di desa tersebut terdapat seratus lebih janda ( bunda yatim) yang mempunyai tanggungan anak dan minim pendapatan. Namun setelah dilakukan verifikasi ulang, sebanyak 75 orang bunda yatim yang sangat perlu pelatihan, penguatan modal, serta pendampingan.
Nara sumber yang dihadirkan YDSF untuk melatih para bunda yatim adalah Rr Heny yang biasa dipanggil dengan sebutan Amik, dengan sabar serta telaten menjawab semua pertanyaan serta keluh kesah dari bunda yatim.
” Saya sangat trenyuh terhadap perjuangan hidup dari bunda yatim di muara Bengawan Solo ini. Semoga dengan ilmu dan ketrampilan dalam membuat kue ini, bisa membuat semangat hidup para bunda yatim ini semakin besar, ” papar Amik.
Dengan modal Rp 500 ribu bisa membuat 12 macam kue kering, namun untuk kali ini baru diajarkan untuk membuat 6 jenis kue kering.
” Kreasi dalam membuat kue kering sangat diperlukan, mempertahankan rasa serta pelayanan juga perlu bagi pelaku UKM. Namun dalam bersaing hendaknya jangan saling mematikan, namun harus saling mendukung, ” pungkas Amik. (rud)





