Daerah

Begini Kisaran Anggaran Ideal Untuk Rekontruksi Dan Perbaikan Jalan Di Kabupaten Ngawi

×

Begini Kisaran Anggaran Ideal Untuk Rekontruksi Dan Perbaikan Jalan Di Kabupaten Ngawi

Sebarkan artikel ini

Ngawi,Sekilasmedia.com – Banyaknya keluhan masyarakat yang masuk, saat Bupati Ngawi Ony Anwar mengunggah di Fb group Info Ngawi Cepat Peduli tentang info jalan rusak melalui akun pribadinya, menjadi catatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk meningkatnya kinerja di tahun 2022.

Infrastrutur jalan rusak di Kabupaten Ngawi, berdampak pada akses mobilisasi perekonomian masyarakat. Dalam hal ini pemerintah daerah setempat melalui Dinas PUPR berupaya untuk segera memperbaiki ruas-ruas jalan rusak tersebut dengan mengedepankan skala prioritas akses penting bagi masyarakat untuk meningkatkan ekonomi maupun kegiatan sehari-hari seperti bekerja.

Dinas PUPR melalui Kabid Bina Marga, Rahmad Fitrianto mengatakan rekontruksi dan perbaikan jalan untuk anggaran di tahun 2022 totalnya 74,5 milyar,meliputi kontruksi jalan ada 8 ruas, yang dibiayai Dana Alokasi Khusus (DAK) sebanyak 2 ruas jalan dengan nilai 20 Milyar dan 6 ruas menggunakan Dana alokasi Umum (DAU) sebesar 30 milyar.

“ Skala prioritas tahap pertama yaitu peningkatan jalan Krawut Tambakkrowo dengan anggaran 4,8 milyar dan pemeliharaan berkala jalan Tambakromo Tapen senilai 7 milyar “ ungkapnya.

BACA JUGA :  Jelang Suran Agung, Kapolsek Mojoroto Pimpin Razia Gabungan Polsek Rayon II Polres Kediri Kota

Lebih lanjut, Kabid Bina Marga menambahkan spot-spot jalan yang tidak tertangani di rekontruksi rehab dan pemeliharaan berkala, kita juga mendapat anggaran untuk perbaikan rutin sebesar 12,7 milyar yang meliputi penyedian material LPA sebesar 3 milyar, cool mix senilai 2,7 milyar, aspal sebesar 4 milyar dan pengadaan peralatan sebesar 3 milyar.

“ Dengan total anggaran 2022 sebesar 74,5 milyar, dengan asumsi untuk menangani 11 ruas, artinya ruas lain yang ada di kabupaten Ngawi ada 248 ruas, biasanya ataupun terpaksa disentuh menggunakan anggaran pemeliharaan rutin, padahal menurut di aturan penanganan jalan rutin hanya untuk jalan yang kondisinya baik maupun sedang “ terang Rahmad.

Data kondisi jalan yang ada di Kabupaten Ngawi terakhir di tahun 2021 dengan skala kerusakan ringan sampai berat, Rahmad Fitrianto menjelaskan seharusnya untuk rekontruksi, perbaikan dan pemeliharan berkala idealnya sebesar 290 milyar, yang terdiri rekontruksi serta perbaikan sebesar 260 milyar untuk 38 ruas dengan kategori rusak berat, rehab dan pemeliharaan berkala sebesar 13 milyar untuk 10 ruas dengan kategori rusak ringan, pemeliharaan rutin 17 milyar untuk 200 ruas dengan kategori biasa atau sedang.

BACA JUGA :  Korban Kebakaran Terima Bantuan dari Walikota Mojokerto

“ Fenomena terjadi saat ini cuaca sering hujan yang berlangsung lama serta tidak beraturan, secara tidak langsung dan kita jumpai di lapangan penyebab kerusakan jalan salah satunya adalah kondisi drainase dan gorong-gorong yang buruk mengakibatkan banyaknya genangan air “ ucapnya.

Saat ini kondisi drainase di kabupaten Ngawi mengalami kerusakan hampir 65% dan gorong-gorong 60% yang mengakibatkan kurang berfungsi dengan baik, Keluh kesah masyarakat yaitu banyaknya jalan rusak dan berlubang, melihat anggaran dan kebutuhan yang tidak memadai, Kabid Bina Marga Rahmad Fitrianto berharap adanya peran serta masyarakat menjaga serta memelihara jalan supaya tidak rusak berat, seperti drainase di perkampungan apabila tersumbat, perlunya kerjasama/gotong royong melancarkan air agar tidak menggenangi bahu jalan.

“ Dinas PUPR siap membantu mendatangkan alat berat maupun menurunkan tenaga lapangan apabila pemerintah desa atau masyarakat membutuhkan.pemerintah saat ini tidak bisa memikul beban sendiri soal jalan dengan anggaran terbatas tanpa adan peran serta dari semua pihak ” tutupnya.(BAMS)