
Ngawi, sekilasmedia.com – Pemerintah pusat melalui kementerian sosial (Kemensos) menggelontorkan anggaran besar guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, berbagai program melaui bantuan sosial kini sudah dinikmati oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM).Demi menekan angka kemiskinan di Kabupaten Ngawi, Dinas Sosial terus membenahi seluruh Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dengan melibatkan secara langsung pemerintahan desa.
Kuota bantuan dari Kemensostahun 2022 untuk Kabupaten Ngawi sebanyak 99.192 KPM,dalam penyalurannya yang dulu berupa Bantuan Pemerintah Non Tunai (BPNT), sekarang dirubah menjadi Bantuan Langsung Tunai (BLT) melalui PT.Pos .
Mengurangi adanya polemik terkait carut-marut mengenai DTKS, seakan-akan program bansos tidak sesuai atau tepat sasaran, untuk mengantisipasi terjadinya hal tersebut Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui dinas sosial saat ini tengah melakukan verifikasi dan validasi ulang warisan data kemiskinan, hal ini dilakukan untuk penyempurnaan data yang tentunya berpengaruh terhadap keberhasilan program-program peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Dinas Sosial, Budi Santoso Mengatakan mengantisipasi penerima ganda, maka dilakukan verifikasi dan validasi (Verval) DTKS dengan melibatkan berbagai pemangku kebijakan seperti pemerintah desa dan pendamping program,dengan sinergitas yang hormonis dihasilkan data yang akurat.
“ Update DTKS dilakukan setiap hari oleh operator, diharapkan 2 tahun kedepan kabupaten Ngawi mempunyai satu data kemiskinan yang valid dn akurat “ Ujarnya.
Budi Santoso menambahkan pemerintah desa (Pemdes) ikut mengawal secara langsung semua penyaluran bantuan sosial ke masyarakat sehingga bantuan yang diberikan bisa tepat sasaran, yang tau situasi dan keadaan masyarakatnya ya Pemdes sendiri.
“ DTKS yang akurat, bisa menjadi acuan untuk menentukan penerima bantuan sosial, dan juga nantinya bisa terkoneksi dengan jaminan kesehatan.Pemutakhiran data jelas banyak manfaatnya “ tegasnya.(ADV-DINSOS/BAMS)






