TENTARAKU

Kunjungan Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda ke PT.BULOG 

×

Kunjungan Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda ke PT.BULOG 

Sebarkan artikel ini

PALEMBANG, sekilasmedia.com-Memastikan ketersedian sembilan bahan pokok (Sembako) aman menjelang bulan suci Ramadhan tahun ini, Rabu (16/3/2022)

Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda mendatangi Badan Urusan Logistik (Bulog).

“Jangan langka seperti minyak goreng (Migor), kita ingin pastikan seperti, beras, terigu dan lainnya aman.

Fitrianti Agustinda yang didampingi beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang ini, juga meminta persedian minyak goreng agar tercukupi.

“Memang stoknya terbatas dan dari Bulog sendiri telah membenarkannya dan ini memang menjadi permasalahan nasional,’ tegasnya.

BACA JUGA :  Sambangi Warga, Babinsa Koramil 17/Wonosalam Komsos dengan Masyarakat Desa Binaanya

wawako memprediksi adanya permintaan sembako, terlebih minyak goreng, sudah mempersiapkan operasi pasar murah nantinya.

“Tentunya dengan kunjungan saya ke gudang Bulog ini agar beberapa kebutuhan pokok lainnya jangan sampai ikut langkah dan melonjak harganya disaat bulan puasa nanti,’ jelasnya.

Kata Fitri; masyarakat jangan terlalu berlebihan dan panik apalagi sampai melakukan

penimbunan untuk sembako menjelang Ramadhan

“Tidak perlu khawatir dan cemas karena dari pemerintah sendiri telah melakukan usaha, jelasnya.

Ditempat yang sama,

BACA JUGA :  Putus Penyebaran Covid-19 Babinsa Pantau Serbuan Vaksinasi

Kepala Perum Bulog Divisi

Regional Sumsel dan Babel, Eko Hari Kuncahyo memastikan aman, terkecuali minyak goreng.

“Stok bahan pokok di Sumsel ini aman selain minyak goreng yang masih terbatas stocknya. Namun diluar itu untuk stok bahan pangan pokok yang ada di pulau Sumsel ini relatif aman sangat cukup, katanya.

Nah, untuk kebutuhan beras, dia menjamin selama enam bulan akan tercukupi, sebanyak 20 ribu ton tersedia, termasuk gula, daging dan terigu untuk menghadapi momen puasa hingga lebaran.

Masyarakat tidak perlu cemas,” tegasnya.

(ril/nn)