Denpasar,Sekilasmedia.com
Total ada sebanyak 11 desa wisata di Pulau Dewata diusulkan ke pihak Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali, untuk menjadi lokasi kunjungan para delegasi KTT G-20 pada bulan November 2022 mendatang.
Adapun 11 desa wisata yang diusulkan diantaranya, Desa Wisata Taro, Desa Wisata Nyuh Kuning, Desa Wisata Tenganan Pagringsingan, Desa Wisata Penglipuran, Desa Wisata Dukuh Penaban, Desa Wisata Bakas, Desa Wisata Pinge, Desa Wisata Munduk, Desa Wisata Sudaji, Desa Wisata Sambangan dan DediusulkanDi Majelangu.
Ketua Forum Komunikasi Desa Wisata Provinsi Bali, I Made Madra Astawa mengatakan, pihaknya sudah melakukan pembicaraan dengan Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali, Trisno Nugroho, yang meminta Forum Komunikasi Desa Wisata untuk menyiapkan lima hingga 10 desa wisata.
“Awalnya kami mengusulkan, tapi malah ditunjuk untuk menyiapkan desa wisata itu. Kebetulan delegasi ini diatur sama Bank Indonesia,” ujarnya.
Meski demikian, terhadap lokasi 11 desa wisata ini baru masuk dalam tahap usulan. Karena nantinya pihak Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali yang bakal menentukan desa wisata mana saja yang bakal dikunjungi oleh delegasi Presidensi G-20.
“Itu sudah ada, cuma sekarang kan tinggal menunggu yang mana akan mereka pilih,” jelasnya.
Ke 11 desa wisata itu diusulkan karena dianggap sudah dalam kondisi yang berkembang. Oleh karena itu, desa wisata yang terpilih pastinya paling siap untuk menerima kunjungan para delegasi G-20. Dengan begitu diharapkan, dengan adanya kunjungan delegasi G-20 nanti, dapat menjadi bukti bahwa Bali memiliki keanekaragaman dari segi destinasi wisata.
“Jelas karena dengan keberadaan desa wisata akan memberikan jawaban terhadap pembangunan di desa itu sendiri,” imbuhnya.
Lanjut ditambahkan, bahwa Bali sendiri memiliki 238 desa wisata. Di mana desa wisata tersebut telah disahkan oleh pemerintah kabupaten/kota. Bahkan total jumlahnya pun terus bertambah, dibandingkan dari yang sebelumnya hanya 179 desa wisata.