Daerah

Sinergi Polsek Wonosalam Dengan Dinas Peternakan Dalam Sosialisasi PMK Pada Hewan Ternak Sapi Dan Kambing

×

Sinergi Polsek Wonosalam Dengan Dinas Peternakan Dalam Sosialisasi PMK Pada Hewan Ternak Sapi Dan Kambing

Sebarkan artikel ini

Jombang, Sekilasmedia.com – Giat Pengecekan hewan ternak sapi potong dan sapi perah di Desa Panglungan dan Desa Sumberjo Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang, Rabu (11/5/2022) sekitar pukul 12.20 WIB sampai dengan 14.20 WIB.

Hadir dalam giat tersebut Unit Tipiter Polres Jombang, Unit Intelkam Polres Jombang, Jajaran Polsek Wonosalam, dan Petugas Dinas Peternakan Kabupaten Jombang.

AKP Hariyono, SH. Kapolsek Wonosalam memberikan apresiasi kepada jajaran terkait edukasi dan sosialisasi dari Dinas Peternakan Kabupaten Jombang tentang penyakit mulut dan kuku (PMK) kepada para peternak sapi, baik jenis sapi perah maupun jenis sapi potong serta memberikan suntikan vitamin dan disinfektan sebanyak 45 ekor sapi.

“Hasil dari pengecekan peternak sapi potong dan sapi perah di Wilkum Polsek Wonosalam di temukan ada tiga ekor sapi perah dan satu ekor sapi potong yang mati pada hari Senin tanggal 9 Mei 2022,” kata Kapolsek Wonosalam.

Data indikasi sapi yang terkena gejala penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sebagai berikut:
1) Bpk. Andi, Pekerjaan Perangkat, Dsn. Sranten, RT/RW 01/02, Ds. Panglungan, Kec. Wonosalam, Kab. Jombang.
Jumlah sapi perah : 4 ekor sapi.
Mati 1 (satu) ekor Anak Sapi/Pedet, indikasi terkena gejala penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Sisa sapi yg masih hidup : 3 ekor sapi dan sudah di berikan vitamin serta kandang selalu di semprot desinfektan.
Kondisi : sapi tidak mau makan dan mulut berliur serta kuku sapi sakit.

BACA JUGA :  Wujudkan Kedekatan Ulama dan Umaro', Kapolres Pasuruan Gelar Jum'at Curhat Di Masjid Darut Taqwa Carat, Gempol

2) Bpk. Nasir, Petani, Dsn. Sranten, RT/RW 01/02 Ds. Panglungan, Kec. Wonosalam, Kab. Jombang.
Jumlah sapi perah : 9 ekor sapi.
Mati 1 (satu) ekor Anak Sapi/Pedet, indikasi terkena gejala penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Sisa sapi yg masih hidup : 8 ekor sapi dan sudah di berikan vitamin serta kandang selalu di semprot desinfektan.
Kondisi : sapi tidak mau makan dan mulut berliur serta kuku sapi sakit.

3) Bpk. Rizki, Petani, Dsn. Sranten, RT/RW 01/02 Ds. Panglungan, Kec. Wonosalam, Kab. Jombang.
Jumlah sapi perah : 16 ekor sapi.
Mati 1 (satu) ekor Anak Sapi/Pedet, indikasi terkena gejala penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Sisa sapi yg masih hidup : 15 ekor sapi dan sudah di berikan vitamin serta kandang selalu di semprot desinfektan.

4) Bpk. Wanto, Petani, Dsn. Sidolegi, RT/RW 05/04, Dsn. Sidolegi, Ds. Sumberjo, Kec. Wonosalam, Kab. Jombang.
Jumlah sapi potong : 5 ekor sapi.
Mati 1 (satu) ekor Anak Sapi/Pedet, indikasi terkena gejala penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Sisa sapi yg masih hidup : 4 ekor sapi dan sudah di berikan vitamin serta kandang selalu di semprot desinfektan.
Kondisi : sapi tidak mau makan dan mulut berliur serta kuku sapi sakit
Kondisi : sapi tidak mau makan dan mulut berliur serta kuku sapi sakit.

BACA JUGA :  Apresiasi Kinerja Personil Polri, Kapolres Pasuruan Berikan Hadiah Umroh Gratis

“Dari data yang kami dapat terkait dengan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak sapi dan kambing telah dilaksanakan edukasi dan sosialisasi kepada para pedagang hewan ternak dari Dinas Peternakan Kab. Jombang,” imbuh Kapolsek Wonosalam.

Pada saat pengecekan di rumah2 peternak sapi sementara ini sudah banyak yg di vaksin dan di berikan vitamin.

Menurunnya harga sapi di wilkum Polsek Wonosalam terhadap kisaran suara tentang PMK tersebut dan adanya oknum-oknum yang berusaha mencari keuntungan pribadi, dengan munculnya kisaran suara tentang PMK tersebut.

“Harapannya dengan adanya edukasi ini kepada para peternak bisa memahami dampak dari PMK tersebut dan Polsek Wonosalam akan selalu berkoordinasi dengan Dinas Peternakan terkait dengan penyakit mulut dan kuku,” pungkasnya. *(Kay)