
Pasuruan,Sekilasmedia.com – Satu bulan menjelang Idul adha, penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kian memburuk di sejumlah wilayah di Indonesia. Rabu (15/06/2022).
Hal ini disadari betul oleh Dinas Peternakan Kabupaten Pasuruan, Mengadakan kegiatan pelayanan dan sosialisasi penyakit pada hean ternak, sebelum terjadinya atau semakin menyebarnya penyakit tersebut, atau penyakit – penyakit lain pada hewan ternak.
Kegiatan yang dilaksanakan mulai tanggal 12 juni 2022 ini, akan terus dilaksanakan disejumlah Kecamatan, di wilayah Kabupaten Pasuruan, diantaranya Kecamatan Prigen, Gempol, dan Beji.
Adapun tujuan kegiatan tersebut, selain pelayanan dan sosialisasi penyakit pada hewan ternak, juga untuk meningkatkan kualitas kesehatan ternak sapi potong di peternak dan masyarakat, Memeriksa indukan siap kawin dengan tujuan maksimalisasi angka kelahiran ternak, Memeriksa kesehatan pedet betina sebagai calon – calon indukan di masa datang, Memeriksa kesehatan reproduksi calon indukan dan indukan sapi potong, dan Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan cara sosialisasi langsung ke peternak.
M.Syafi selaku Kabid Produksi menjelaskan “ini sangat mengkahwatirkan, jika masyarakat tidak tau bagaimana cara menangani penyakit – penyakit pada hewan ternaknya. maka dari itu, kami selaku pelayan masyarakat mengadakan kegiatan tersebut”, Terangnya.
Adapun kegiatan tersebut, dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.
“Petugas Inseminator pun juga sudah dibekali dengan desinfektan, dan perlengkapan diri, untuk antisipasi penyelenggaraan penyakit”, imbuhnya.
“Sosialisasi ini kita adakan langsung pada peternak di kandang, dan juga Pelaksanaan penyemprotan pada kandang dan hewan ternak”, tambahnya.
Adapun Jumlah sapi potong yang diperiksa, total ada 51 ekor sapi potong, hal ini bertujuan untuk meningkatkan kembali gairah peternak untuk beternak, kegiatan ini akan terus dilaksanakan diwilayah atau kecamatan lain di Kabupaten Pasuruan.
“Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan pelayanan ini sangatlah tinggi, karena masyarakat juga berkeinginan untuk memajukan usaha peternakan milik mereka setelah masa pandemi”, tutupnya. (Hn/iL)





