Daerah

Misi Dagang Pemprov Jatim dan Sultra Catat Transaksi Capai Lebih Dari 75 Miliar

×

Misi Dagang Pemprov Jatim dan Sultra Catat Transaksi Capai Lebih Dari 75 Miliar

Sebarkan artikel ini

 

Surabaya,sekilasmedia.com – Kegiatan Misi Dagang dan Investasi antara Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Sulawesi Tenggara digelar di Kendari, Kamis (23/6/2022). Hingga pukul 11.30 WITA, tercatat transaksi perdagangan mencapai lebih dari Rp 75,9 miliar.

“Alhamdulillah untuk transaksi sementara siang ini tadi sudah dilaporkan sebelum acara selesai sudah tercatat Rp 75 miliar. Semoga tidak berhenti di misi gadang saja tapi persahabatan dan persaudaraan antara Jatim dan Sultra bisa terus terjalin ke depannya,” kata Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak mewakili Gubernur Jawa Timur.

BACA JUGA :  Refleksi Akhir Pemuda Tahun 2024 dan Tawarkan Program 2025 Kolaborasi pemuda dan pemerintah : inovasi dan sinergi menuju Kediri Mapan dan berdaya saing

Emil mengatakan, Misi Dagang dan Investasi ini adalah program unggulan Provinsi Jawa Timur dengan provinsi lain di Indonesia. Acara dilaksanakan setiap bulan yang digelar oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Jawa Timur.

“Bulan ini dengan Provinsi Sulawesi Tenggara. Harapan Ibu Gubernur Misi Dagang ini memberikan manfaat bagi kalangan industri dan khususnya UMKM dari kedua provinsi,” jelasnya.

Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Provinsi Jawa Timur. “Terima kasih sudah memilih Sulawesi Tenggara menjadi salah satu mitra kerjasama perdagangan,” kata Ali Mazi.

BACA JUGA :  Peringati Hari Sumpah, Pemuda Desa Turirejo Gelar Lomba Gerak Jalan

Menurutnya, Sulawesi Tenggara memiliki potensi sumber daya alam yang bisa menjadi ladang strategis untuk berinvestasi. “Tentunya ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Ia berharap, Misi Dagang dan Investasi bisa menciptakan kondisi perbankan dan dunia usaha serta pemberdayaan pelaku UMKM pasca pandemi. “Semoga tercipta iklim perdagangan yang sehat dan saling mendukung peluang investasi, pengembangan SDM dan perdagangan produk unggulan Jatim dan Sultra,” pungkasnya. (*)