
Magetan,sekilasmedia.com – Belum usai persoalan pekan raya Magetan yang di gelar beberapa hari lalu dengan Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Magetan dengan belum di bayarnya pajak hiburan di Pekan Raya.
Persolan pembayaran pajak hiburan ke BPPKAD belum selesai kini Event Organizer (EO) yang sama di Pekan Raya Magetan, kini memulai lagi acara yang hampir sama di Lapangan Desa Gulun, Kecamatan Maospati, Senin (10/07/2022).
Sudah dipastikan, karcis dalam acara hiburan tersebut juga belum di Perforasi oleh BPPKAD Kabupaten Magetan untuk menentukan pajak hiburan, karena EO sampai dengan saat ini masih belum ke kantor BPPKAD dan permasalahan yang terjadi dalam acara Pekan Raya Magetan di Gor Ki Mageti kemarin, bisa saja terulang di acara Pesta Rakyat Maospati di Desa Gulun dan pajak hiburan tidak terbayarkan lagi.
Kepala BPPKAD Yayuk Sri Rahayu saat di konfermasi melalui WhatsApp mengatakan bahwa EO masih di Surabaya.
“Kemarin EO nya masih di Surabaya, Senin baru bisa ketemu,” kata Yayuk
Sudiyanto Kepala Desa Gulun, Kecamatan Maospati, saat dihubungi media ini mengaku, tidak akan membolehkan pihak EO memulai acara sebelum urusannya dengan BPPKAD selesai.
“Kalau semua urusannya dengan BPPKAD belum selesai, saya tidak akan memberikan izin untuk memulai acara di hari H,” tambahnya.
Namun berbeda terbalik di lapangan, sesuai fakta, acara yang bertajuk Pesta Rakyat Maospati yang di gelar di Lapangan Desa Gulun ini tetap saja dimulai. Bahkan sesuai rencana akan dilaksanakan selama 10 hari, mulai dari tanggal 10 Juli 2022 sampai dengan 20 Juli 2022 mendatang.(Ryn/tim)





