
Malang,sekilasmedia.com – HUT Arema ke-35, Kamis (11/8) menjadi momen paling spesial. Pasalnya sebuah kado istimewa berupa Patung kepala singa bermahkota berdiri kokoh di halaman Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.
Peresmian patung yang diberi nama Tegar Jawara tersebut menjadi ujung dari napak tilas HUT Arema yang dilakukan mulai dari Lapangan Rampal. Acara peresmian dihadiri Forkopimda Malang Raya, manajemen Arema, dan Aremania.
Ketua Panpel Arema, Abdul Haris menyebut, gagasan patung kepala singa yang jadi ikon homebase Arema ini merupakan salah satu gagasan dari Kapolres Malang. Gagasan bikin ikon patung singa itu sebenarnya sudah ada sejak lama.
“Gagasan ini muncul sudah sejak lama, tapi baru bisa terealisasi sekarang. Inspirasinya karena dilihat di homebase Arema, baik di Stadion Gajayana maupun di Stadion Kanjuruhan, tidak ada ikon patung singa. Monumen ini menjadi penyemangat dan motivasi bagi Arema maupun Aremania,” kata Haris.
Abdul Haris menyebut patung kepala singa bermahkota ini seharga Rp500 juta rupiah. Anggarannya ternyata berasal dari dana bantuan CSR dari pabrik rokok Gajah Baru yang ada di Kepanjen, Kabupaten Malang, tak jauh dari lokasi Stadion Kanjuruhan.
Menurutnya, patung kepala singa bermahkota ini didesain oleh Sobirin, seorang Dekan Fakultas Seni di sebuah kampus di Yogyakarta. Sebagai orang berjiwa seni, tentu membuatnya dengan nilai-nilai folosofis tersendiri.
“Patung ini didesain bukan cuma hasil dari pemikiran kita-kita, tapi sudah direnungkan sejak lama. Bagaimana kepala singa bermahkota ini bukan sekadar patung, tapi punya nilai filosofis tersendiri. Nilainya sekitar 500 juta rupiah dari dana CSR Gudang Baru,” imbuhnya.
Untuk perawatan patung ini, Abdul Haris menjelaskan bahwa hal itu menjadi wewenang UPTD Stadion Kanjuruhan. Namun, pria yang juga sebagai Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Malang itu mengajak Aremania dan warga Malang Raya untuk menjaganya.
“Patung ini ada di homebase Arema untuk menggambarkan kekuatan dan energi jiwa jawara di Malang Raya. Memang perawatannya menjadi wewenang pihak terkait, tapi kita bersama juga harus ikut merawat dan menjaganya,” tuasnya. (BAS)





