
Sidoarjo,sekilasmedia.com. Ratusan warga Dusun Tlocor Desa Kedungpandan Kecamatan Jabon Sidoarjo turun ke jalan untuk turut memeriahkan acara Sedekah Bumi Ruwat Desa, Rabu siang (24/8/22).
Arak arakan yang diikuti warga 4 RT dusun Tlocor yakni RT 13, 14, 15, 16 dengan berbagai macam tampilan kostum dan iringan musik sepanjang jalan menuju Bundaran Dermaga Tlocor guna mengKawal sekaligus mengarak Tumpeng Raksasa Larung Sesaji sampai ke Dermaga hingga prosesi melarungkan sesaji ( tumpeng ) ke laut.
Ratusan warga memadati sepanjang 5 KM dari barat area start menuju bundaran dermaga.
Baik warga yang turut aktif dalam arakan maupun yang sekedar menonton di sepanjang ruas jalan menuju dermaga.
Koordinator Kelompok Daerah Wisata ( PokDarWis) Tlocor, H. Kasum yang juga merupakan Tokoh Masyarakat Tlocor di sela acara menyatakan ungkapan rasa syukur kepada Alloh SWT sekaligus rasa haru dan ucapan terima kasih atas dukungan segenap warga Tlocor yang telah berpartisipasi merelakan waktu , tenaga juga materi turut memeriahkan sedekah bumi.
“Saya sangat terharu atas dukungan teman teman tokoh masyarakat juga seluruh warga RT 13 hingga RT 16. Setelah dua tahun masa pandemi kini Larung sesaji di dusun kami kembali berkibar dan meriah, terima kasih Ya Alloh, ” ungkap H. Kasum.
Hal senada disampaikan Kepala Dusun Tlocor , Baidowi ,bahwa terselenggaranya sedekah bumi atas swadaya tokoh masyarakat yang dimotori H.Kasum dan partisipasi segenap warga empat RT dusun Tlocor.
Terpisah, Kepala Desa Kedungpandan Jabon Sidoarjo, Wawan Hermawan menyatakan apresiasi Terhadap semua warga dan tokoh masyarakat Tlocor atas terselenggaranya Larung sesaji dalam sedekah bumi ini .
“Saya berharap dengan suksesnya Larung sesaji kali ini masyarakat desa Kedungpandan , khususnya dusun Tlocor dianugerahi yang maha Kuasa sehat ,selamat, dan senantiasa dimakmurkan sandang pangan papan nya, ” pungkas Wawan
Sebagaimana diketahui sebagai acara pamungkas sedekah bumi Dusun Tlocor , warga dihibur dengan sajian seni Ludruk pada Rabu malam bertempat di balai Dusun Tlocor dan secara berkelanjutan dirangkai dengan sajian seni budaya wayang Kulit yang sedianya ditempatkan di baledesa Kedungpandan pada hari berikutnya. (Pra)






