Daerah

Tahun Keenam, Festival Layang-Layang Dohoagung Tingkat Lokal Dan Nasional 2022 Sedot Ribuan Penonton

×

Tahun Keenam, Festival Layang-Layang Dohoagung Tingkat Lokal Dan Nasional 2022 Sedot Ribuan Penonton

Sebarkan artikel ini

Gresik, Sekilasmedia.com – Menginjak tahun keenam, acara festival layang-layang Dohoagung tingkat lokal dan nasional diikuti oleh para kite klub dari berbagai kota di Indonesia, yang berlangsung dengan semarak dan meriah.

Hal ini, tampak dari animo ribuan penonton yang sejak beberapa jam sebelum pelaksanaan festival layang layang tersebut dibuka, mereka dengan sabar menunggu sambil menikmati kuliner yang dijual UMKM dan BUMDes setempat.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Talikama (perkumpulan pegiat layang-layang nusantara) Jawa timur dan Pemerintah Desa Dohoagung, berlangsung di lahan sawah milik warga Desa Dohoagung pada Minggu (25/9/2022).

Menurut Kepala Desa Dohoagung Warsito Adi bahwa kegiatan festival layang-layang ini sudah berlangsung selama enam tahun ini, awalnya tingkat Kabupaten Gresik kemudian provinsi Jawa Timur dan saat ini meningkat menjadi tingkat nasional.

” Kami (pemdes Dohoagung) selalu mensupport pelaksanaan kegiatan festival layang-layang ini, sehingga berjalan lancar. Disamping itu, festival ini telah menjadi ikon wisata Desa Dohoagung,” ujarnya.

Disisi lain, festival layang-layang tersebut juga membawa dampak terhadap peningkatan perekonomi masyarakat Desa Dogoagung, dengan banyaknya stand yang menjual produk buatan UMKM maipun BUMDes setempat di sekitar lokasi acara.

BACA JUGA :  Hadiri Sertijab Gubernur Jawa Timur, Ning Ita Siap Dukung Menuju Era Emas Pembangunan

” Alhamdulillah membawa berkah tersendiri bagi masyarakat, terdapat 30 stand jualan berbagai menu yang memanjakan penonton. Sehingga secara tidak langsung bisa mendongkrak ekonomi mereka,” ujar Kades Dohoagung.

Sementara itu, terkait tujuan kegiatan festival layang-layang tingkat nasional tahun 2022 ini, Ketua Talikama Jawa Timur Adim mengatakan kegiatan ini untuk lebih memperkenalkan Desa Dohoagung, itu yang utama, terutama keberadaan UMKM yang menjual beragam hasil buatan setempat.

Selanjutnya, jelas dia adalah memberikan apresiasi kepada para pelayang untuk bisa menampilkan kreasi-kreasi terbaiknya di tahun ini.

Sedangkan untuk peserta layang-layang, ada sekitar 200 peserta, yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia seperti Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah terutama Boyolali dan daerah seputar pantura.

” Ada sekitar 200 pesera, dengan beberapa kategori. Diantaranya kategori
fix naga, naga mini, dua dimensi, king fighter, aduan lapangan, tradisionil, tradisionil asis, tradisionil khusus bertema Dohoagung dan umbul-umbul. Karena sudah tahun keenam, jadi festival ini sudah terkenal,” ungkap Adim.

Pada festival ini, pihak panitia telah menyediakan hadiah uang total Rp. 31 juta dengan 151 trophy atau piala,” tambah dia.

Harapan kedepan, di tahun ketujuh lebih meriah dan lebih besar lagi. Karena kami merencanakan menasionalkan lagi festival layang-layang ini, dan insya allah pandemi susah berakhir, pungkas Adim.

BACA JUGA :  Muhammad Zykky Karamy dan Putri Syailah Ramadhami Jadi Duta GenRe Gresik 2022

Pada kesempatan lain, salah satu peserta festival layang-layang Dohoagung 2022 asal Jepara Jawa Tengah, Rehan menyatakan timnya berasal dari kite klub Indo Semoyo ikut berpartisipati pada ajang ini untuk silaturahmi sesama pegiat layang-layang sekaligus hiburan dengan persiapan 1 mingguan.

Selain di sini, Tim Indo Semoyo seperti dituturkan Rehan, juga mengikuti festival di berbagai daerah di Indonesia seperti Yogyakarta, Bantul dan Jawa Timur.

Layang-layang yang diikutkan festival ini, lanjutnya yakni layang-layang kepala naga “Aryo Seno” dengan motif ukiran Jepara dan panjang keseluruhan dari kepala sampai ekor sekitar 150 meter.

Ada juga salah satu kite klub asal Lamongan yang cukup terkenal yaitu Payaman kite klub yang dipendegani Mashulin, telah mengikuti berbagai festival di berbagai daerah selama 3 tahun ini. Dengan membawa Layang layang unik motifnya bergaya ukiran Bali ” Narendra Dewata” yang memiliki panjang 100 meter.

Mashulin juga sangat mengapresiasi ajang yang diselenggarakan di Desa Dohoagung ini.

” Alhamdulillah selama mengikuti festival ini tidak ada kendala sama sekali dan pihak panitia juga sangat profesional. Apalagi semangat kekeluargaan du acara ini terasa kental sekali. Pokoknya, Ok banget, ” katanya. (rud)